Mulai dari mana ya? Jujur, saya sudah lama nggak nulis-nulis lagi di manapun, baik di notes Facebook, blog UI, blog wordpress, apalagi di Netsains.com yang baru publish satu artikel. Padahal dulu, waktu masih belum masuk kuliah suka sekali nulis. Apa saja yang ada di pikiran, langsung ditumpahkan semuanya dalam bentuk tulisan. Saya nggak terlalu perduli apakah ada yang membaca apalagi mengomentari, atau bahkan menganggap tulisan saya bermanfaat. Tulis aja pokoknya!
Dan kalau melihat post-post sebelumya, nggak jelek-jelek banget kan tulisannya? Lumayan bagus lah, walaupun nggak layak buat naik ke media cetak karena kebanyakan isinya curcol, hehehe.
Mungkin timbul pertanyaan, kenapa jadi jarang nulis? Beberapa teman pun cukup bertanya-tanya, mana saya yang dulu, yang hobi nulis? Dulu waktu open recruitment organisasi semacam BEM Fakultas dan HMD pun saya selalu menawarkan diri untuk menulis artikel ilmiah, karena memang saya suka nulis artikel ilmiah, walaupun terkadang kurang bermutu penjelasannya
. Saya minta maaf sebesar-besarnya bagi pihak yang merasa telah dikecewakan atas kinerja saya. Maaf apabila saya tidak bisa memenuhi permintaan teman-teman sekalian untuk menulis artikel. Jujur, akhir-akhir ini pikiran saya jadi sering suntuk, susah sekali untuk dapat mood nulis. Sekali lagi, saya minta maaf…
Alasan utama saya jadi jarang nulis adalah karena semester lalu saya cukup direpotkan oleh berbagai urusan. Dari perkuliahan yang superpadat (23 sks, scele yang menguras uang dan waktu, tugas-tugas yang seabrek, dan yang paling bikin pusing, laporan praktikum!), ditambah harus ngurusin beberapa kegiatan di organisasi dan kepanitiaan yang diikuti. Rasanya sampai kosan pinginnya istirahat dan tidur saja, nggak mau ngapa-ngapain lagi. Mungkin memang harus belajar memenej waktu lebih baik lagi ya.
Ngomong-ngomong soal laporan praktikum, ada cerita sedih nih. Bulan kemarin kosan saya sedang direnovasi, atapnya dibuka dan parahnya nggak ditutup lagi. Jadi pas hujan datang, semua kamar kehujanan, dan laporan praktikum saya basah semua, baik laporan praktikum kimia dasar maupun fisika dasar. Airnya kotor pula, hiks. Secara saya seorang germophobic, jijik sama barang-barang kotor penuh kuman, dan tulisannya jadi luntur setelah terpapar air, akhirnya semuanya dibuang, tanpa pikir panjang lagi. Sekarang baru sadar bahwa untuk nulis laporan-laporan itu butuh perjuangan, waktu tidur terpotong untuk nulis laporan, dimanapun, nggak di musholla, kantin, kelas kalau lagi nggak ada dosen, pasti disempetin buat nulis laporan. Dan sebenarnya laporan-laporan itu penting banget untuk referensi laporan selanjutnya, start penelitian dan kompre di semester terakhir.
Dan lebih sedihnya lagi tas saya hilang dicuri di mushalla…. Barang berharganya cuma handphone dan dompet (nggak ada uangnya sama sekali sih) yang berisikan kartu-kartu berharga, tapi disitu juga ada buku kimia organik 1 dan 2 yang penuh catatan dan rangkuman, juga laporan praktikum kimia dasar 2 punya saya dan senior… Ah, untunglah kimia organik lulus, bayangkan kalau harus ngulang, mau belajar dari mana? Gara-gara kejadian itu, sekarang jadi nggak mood belajar kimia organik. Gimana nanti kabarnya kimia organik 2 ya? Ahahaha.
Sepertinya cukup sekian saja curcol saya kali ini, walaupun masih ada beberapa cerita tentang demotivasi yang masih mengganggu pikiran. Maaf jika tulisan saya kali ini membuang-buang waktu Anda sekalian, maklum lagi suntuk
.
Nantikan tulisan saya selanjutnya, yang insya allah lebih bermutu daripada tulisan ini, hehe.
PS: Has been thinking about ‘a prairie of red poppies’ lately. Talk about it later, OK?






