Jul 16
Mana saya yang dulu?
icon1 novia.arinda | icon2 Uncategorized | icon4 07 16th, 2010| icon31 Comment »

Mulai dari mana ya? Jujur, saya sudah lama nggak nulis-nulis lagi di manapun, baik di notes Facebook, blog UI, blog wordpress, apalagi di Netsains.com yang baru publish satu artikel. Padahal dulu, waktu masih belum masuk kuliah suka sekali nulis. Apa saja yang ada di pikiran, langsung ditumpahkan semuanya dalam bentuk tulisan. Saya nggak terlalu perduli apakah ada yang membaca apalagi mengomentari, atau bahkan menganggap tulisan saya bermanfaat. Tulis aja pokoknya!

Dan kalau melihat post-post sebelumya, nggak jelek-jelek banget kan tulisannya? Lumayan bagus lah, walaupun nggak layak buat naik ke media cetak karena kebanyakan isinya curcol, hehehe.

Mungkin timbul pertanyaan, kenapa jadi jarang nulis? Beberapa teman pun cukup bertanya-tanya, mana saya yang dulu, yang hobi nulis? Dulu waktu open recruitment organisasi semacam BEM Fakultas dan HMD pun saya selalu menawarkan diri untuk menulis artikel ilmiah, karena memang saya suka nulis artikel ilmiah, walaupun terkadang kurang bermutu penjelasannya :P . Saya minta maaf sebesar-besarnya bagi pihak yang merasa telah dikecewakan atas kinerja saya. Maaf apabila saya tidak bisa memenuhi permintaan teman-teman sekalian untuk menulis artikel. Jujur, akhir-akhir ini pikiran saya jadi sering suntuk, susah sekali untuk dapat mood nulis. Sekali lagi, saya minta maaf…

Alasan utama saya jadi jarang nulis adalah karena semester lalu saya cukup direpotkan oleh berbagai urusan. Dari perkuliahan yang superpadat (23 sks, scele yang menguras uang dan waktu, tugas-tugas yang seabrek, dan yang paling bikin pusing, laporan praktikum!), ditambah harus ngurusin beberapa kegiatan di organisasi dan kepanitiaan yang diikuti. Rasanya sampai kosan pinginnya istirahat dan tidur saja, nggak mau ngapa-ngapain lagi. Mungkin memang harus belajar memenej waktu lebih baik lagi ya.

Ngomong-ngomong soal laporan praktikum, ada cerita sedih nih. Bulan kemarin kosan saya sedang direnovasi, atapnya dibuka dan parahnya nggak ditutup lagi. Jadi pas hujan datang, semua kamar kehujanan, dan laporan praktikum saya basah semua, baik laporan praktikum kimia dasar maupun fisika dasar. Airnya kotor pula, hiks. Secara saya seorang germophobic, jijik sama barang-barang kotor penuh kuman, dan tulisannya jadi luntur setelah terpapar air, akhirnya semuanya dibuang, tanpa pikir panjang lagi. Sekarang baru sadar bahwa untuk nulis laporan-laporan itu butuh perjuangan, waktu tidur terpotong untuk nulis laporan, dimanapun, nggak di musholla, kantin, kelas kalau lagi nggak ada dosen, pasti disempetin buat nulis laporan. Dan sebenarnya laporan-laporan itu penting banget untuk referensi laporan selanjutnya, start penelitian dan kompre di semester terakhir.

Dan lebih sedihnya lagi tas saya hilang dicuri di mushalla…. Barang berharganya cuma handphone dan dompet (nggak ada uangnya sama sekali sih) yang berisikan kartu-kartu berharga, tapi disitu juga ada buku kimia organik 1 dan 2 yang penuh catatan dan rangkuman, juga laporan praktikum kimia dasar 2 punya saya dan senior… Ah, untunglah kimia organik lulus, bayangkan kalau harus ngulang, mau belajar dari mana? Gara-gara kejadian itu, sekarang jadi nggak mood belajar kimia organik. Gimana nanti kabarnya kimia organik 2 ya? Ahahaha.

Sepertinya cukup sekian saja curcol saya kali ini, walaupun masih ada beberapa cerita tentang demotivasi yang masih mengganggu pikiran. Maaf jika tulisan saya kali ini membuang-buang waktu Anda sekalian, maklum lagi suntuk :D . Nantikan tulisan saya selanjutnya, yang insya allah lebih bermutu daripada tulisan ini, hehe.

PS: Has been thinking about ‘a prairie of red poppies’ lately. Talk about it later, OK? :)

Dec 31

lanjutan dari tulisan sebelumnya, Partikel-partikel Fundamental bagian 1: Kuark

Lepton

Apabila pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bahwa proton dan neutron tersusun dari sekumpulan kuark, tidak ada satu eksperimen pun yang menunjukkan bahwa elektron memiliki struktur internal. Elektron termasuk ke dalam kelompok partikel fundamental lain yang bernama lepton.

Tabel partikel fundamental (atau bisa juga disebut dengan partikel elementer) dan antipartikelnya. Llihat bagian lepton untuk mengetahui keenam jenis lepton

Tabel partikel fundamental (atau bisa juga disebut dengan partikel elementer) dan antipartikelnya.

Keenam lepton dan antipartikelnya dikelompokkan kedalam tiga generasi, sama seperti halnya kuark. Setiap generasi memiliki satu partikel dengan muatan –e dan satu neutrino yang tidak bermuatan. Massa lepton juga meningkat dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Sama seperti kuark, materi standar hanya mengandung lepton dari generasi pertama. Elektron adalah struktur penyusun paling dasar dari atom. Positron (e⁺) adalah antipartikel dari elektron dan dipancarkan dalam peluruhan β⁺ dari inti radioaktif, bersama-sama dengan elektron neutrino. Dalam peluruhan β⁻, selain elektron dipancarkan pula elektron antineutrino. Elektron neutrino dan antineutrino juga dihasilkan dalam reaksi fusi nuklir; Bumi ‘dimandikan’ oleh pancaran jutaan neutrino per cm^2 area cross-section per detik dari reaksi fusi yang terjadi pada interior Matahari.

Super-Kamiokande, observatorium neutrino bawah tanah terbesar di dunia, terletak 1 km di bawah Gunung Ikenoyama, Jepang. Foto ini menunjukkan beberapa petugas yang sedang membersihkan tabung photomultiplier ; seluruh tabung berjumlah 11.200 dan masing-masing berdiameter muka sebesar 50 cm. Tabung-tabung ini disusun rapi memenuhi dinding cylindrical inner detector . Saat dioperasikan, inner detector ini diisi dengan 32.000 ton air ultramurni. Ketika partikel bermuatan bergerak melintasi air dengan kecepatan yang lebih besar dari kecepatan cahaya dalam air, partikel tersebut memancarkan sinar biru yang dideteksi oleh tabung-tabung photomultiplier. Di tahun 1998, kolaborasi Super-Kamiokande mengumumkan kesimpulan pengamatan eksperimennya untuk nonzero neutrino masses.

Neutrino sulit untuk diamati karena ia dapat melewati materi dengan probabilitas yang kecil berinteraksi dengan apapun. Neutrino dahulu diprediksikan tidak memiliki massa, namun eksperimen terbaru menunjukkan bahwa neutrino sebenarnya memiliki massa. Dalam alam semesta jumlah neutrino lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gabungan lepton-lepton lain dan kuark.

Muon adalah partikel generasi kedua pertama yang dapat diamati. Sinar kosmis, yaitu pancaran partikel energetik yang sebagian besar terdiri dari proton, bergerak melintas dari ruang luar angkasa; mebombardir atmosfer atas Bumi secara terus menerus. Partikel sinar kosmis ini biasanya memiki energi dalam kisaran GeV, namun ditemukan pula beberapa partikel yang memiliki energi lebih dari 1011 GeV, energi yang lebih besar dari energi yang dapat dicapai oleh akselerator partikel. Saat partikel sinar kosmis ini bertumbukan dengan atom, jauh diatas atmosfer Bumi, pancuran (shower) partikel sekunder yang dihasilkan, seperti elektron, muon, dan sinar gamma, dapat dideteksi pada permukaan Bumi. Muon ‘menghujani’ kita dengan kecepatan satu cm^2 per menit.

Muon dan tau bersifat tidak stabil; keduanya dianggap sebagai partikel fundamental atau elementer karena keduanya tidak terlihat memiliki struktur yang lebih kecil lagi. Neutrino dapat bertransformasi dari satu jenis neutrino ke jenis yang lain. Efek ini dinamakan osilasi neutrino (neutrino oscillation), yang menjelaskan mengapa jumlah elektron neutrino yang mencapai Bumi dari Matahari lebih kecil dari yang telah prediksikan, beberapa elektron neutrino bertransformasi kedalam muon atau tau neutrino sebelum mereka mencapai Bumi.

Diterjemahkan bebas oleh Novia Arinda Pradisty, dari buku College Physics :

Giambattista, Richardson, Richardson. 2007. College Physics second edition. New York:McGraw-Hill.

Mungkin setelah membaca tulisan ini kalian merasa pusing, bingung dan cuma bisa mengernyitkan dahi?

Oke, sekedar selingan saja, untuk memperkenalkan partikel-partikel fundamental kepada anak-anak, seorang seniman muda Julie Peasley membuat boneka-boneka yang merepresentasikan partikel-partikel tersebut. Setiap boneka memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan sifat asli dari partikel tersebut. Boneka ini dinamakan The Particle Zoo.

selain partikel fundamental, juga terdapat boneka-boneka lain yang mendukung teori-teori dalam fisika partikel

selain partikel fundamental, juga terdapat boneka-boneka lain yang mendukung teori-teori dalam fisika partikel

Boneka favorit saya sendiri adalah Gluon :) .

Ada yang berminat membelikan saya Gluon? Mahal juga ya bonekanya kalau dipikir-pikir…

Dec 29

diterjemahkan oleh Novia Arinda Pradisty

Di abad ke-5 S.M., filsuf Yunani Demokritus berspekulasi bahwa seluruh materi disusun dari unit-unit fundamental yang sangat kecil sehingga tidak dapat terlihat oleh mata, yang ia namakan atom. Kata atom berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi. Namun, atom sesungguhnya dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil, atom terdiri dari satu atau lebih elektron yang mengelilingi nukleus. Nukleus sendiri terdiri dari sekumpulan proton dan neutron. Apakah elektron, proton dan neutron merupakan struktur penyusun fundamental dari materi?

Kuark

Seperti yang kita telah ketahui, proton dan neutron memiliki struktur internal sehingga tidak bisa disebut sebagai partikel fundamental. Masing-masing proton atau neutron terdiri dari tiga kuark. Kuark adalah partikel fundamental yang eksistensinya ditemukan di tahun 1963 oleh Murray Gell-Mann dan George Zweig. Gell-Mann mengambil nama kuark dari sebuah kalimat dalam buku Finnegans Wake yang ditulis oleh James Joyce, “Three quarks for Muster Mark” (“Tiga kuark untuk Muster Mark”). Walaupun saat ini hanya terdapat tiga kuark yang baru dikemukakan, eksperimen selanjutnya menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat enam kuark. Massa dari sebuah kuark ditunjukkan dalam satuan GeV/c^2, unit massa yang digunakan secara umum dalam fisika energi tinggi. Sejak c^2 = 0.931494 GeV/u, maka 1 u= 0.931494 GeV/c^2

Keenam kuark masing-masing memiliki antikuark yang mendampinginya dengan massa yang sama namun muatan elektriknya berkebalikan. Antikuark ditulis dengan menambahkan garis bar di atas simbol kuarknya, dan cara membacanya, contohnya pada kuark up, u, antipartikelnya dibaca u-bar.

Kuark pertama kali dideteksi pada eksperimen hamburan yang sama seperti cara nukleus ditemukan dalam eksperimen Rutherford. Pada tahun 1968-1969, ilmuwan di Pusat Akselerator Linear Stanford (Stanford Linear Accelerator Center, SLAC) mempelajari efek hamburan elektron energi tinggi dari proton dan neutron. Eksperimen ini menunjukkan elektron terhambur dari objek mirip titik yang terletak di didalam setiap proton atau neutron.

Kumpulan pasangan kuark-antikuark disebut dengan meson, sedangkan kumpulan dari tiga kuark atau antikuark disebut dengan baryon. Baru-baru ini, jenis baru dari baryon yang disebut pentakuark telah ditemukan. Pentakuark adalah suatu sistem yang terdiri dari empat kuark dan satu antikuark (atau kebalikannya, satu kuark dan empat antikuark). Secara kolektif, meson dan baryon disebut dengan hadron. Proton adalah sebuah baryon yang dibentuk dari dua kuark up dan satu kuark down (uud), sedangkan neutron adalah sebuah baryon yang terbentuk dari satu kuark top dan dua kuark down (udd).

Ratusan hadron telah diamati. Selain proton dan neutron, seluruh hadron yang telah diamati tersebut memiliki waktu paruh yang sangat pendek, kurang dari 0.1 mikrodetik. Neutron di dalam nukleus dapat menjadi stabil, namun neutron yang terisolasi meluruh dengan waktu paruh 10.2 menit menjadi proton, elektron, dan antineutrino. Sedangkan proton bersifat stabil, eskperimen telah menunjukkan bahwa jikalau proton tersebut tidak stabil, waktu paruhnya sangat lama, yaitu 10^29 tahun, yang secara kasar merupakan 10^19 kali usia alam semesta.

Tabel partikel fundamental (atau bisa juga disebut dengan partikel elementer) dan antipartikelnya.

Tabel partikel fundamental (atau bisa juga disebut dengan partikel elementer) dan antipartikelnya.

Tabel diatas mengelompokkan kuark ke dalam tiga generasi. Setiap generasi memiliki dua kuark, satu dengan muatan +2/3e dan lainnya dengan muatan -1/3e. Materi standar seperti contohnya proton dan neutron hanya terdiri dari kuark generasi pertama, yaitu up dan down.

Diterjemahkan bebas dari buku College Physics :

Giambattista, Richardson, Richardson. 2007. College Physics second edition. New York:McGraw-Hill.

Dec 22
Never lose a holy curiosity
icon1 novia.arinda | icon2 Uncategorized | icon4 12 22nd, 2009| icon3No Comments »

Dari buku Exploring Black Holes: Introduction to General Relativity, tanpa sengaja saya menemukan quote ini:

The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing. One cannot help but be in awe when he (or she) contemplates the mysteries of eternity, of life, of the marvelous structure of reality. It’s enough if one tries merely to comprehend a little of this mystery every day. Never lose a holy curiosity. (Albert Einstein)

Quote ini menurut pendapat saya, sangat merefleksikan apa yang seharusnya dimiliki oleh setiap saintis muda, yaitu curiosity. Namun sayangnya, rasa ini sudah sangat berkurang pada mahasiswa MIPA UI. Saat ini jarang sekali mahasiswa yang mau meluangkan waktu untuk mengeksplorasi rasa ingin tahunya itu, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang melintas di otaknya.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta PKM dan lomba-lomba ilmiah sejenis dari MIPA UI yang sangat sedikit, menimbulkan kesan sepi peminat. Saya juga dulu sempat bertanya pada sebagian dari mereka, siapa yang berminat mengikuti kejuaraan semacam itu, dan hanya segelintir yang merespon dengan baik. Alhamdulillah, sebagian dari mereka mau bergabung dengan saya, mulai membentuk tim-tim kecil untuk berlaga di PKM tahun depan. Ya, semoga tahun depan saya bersama teman-teman dapat mengharumkan nama UI, terutama MIPA UI disana. Amin.

Mungkin memang saintis bukanlah profesi impian mahasiswa MIPA UI, karena perusahaan-perusahaan besar sudah keburu menarik perhatian mereka dengan gaji yang besar dan fasilitas-fasilitas lain yang menggiurkan. Saya masih ingat saat dosen English for Academic Purposes menanyakan siapa yang kelak ingin berprofesi sebagai scientist. Yang mengangguk keras hanya saya. Only me.

Dan mungkin pada akhirnya saya akan menjadi ‘pejalan sunyi’, sebuah istilah yang diciptakan oleh teman saya untuk orang-orang yang menyimpang dari ‘arus’ dan memilih untuk berbeda dari yang lain. Saintis, walaupun peminatnya sangat sedikit dan masa depannya di Indonesia sangat tidak menjamin, telah menjadi profesi impian saya sejak kecil. Buku-buku natural science dari astronomi hingga kimia organik telah menjadi lahapan sehari-hari, karena untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang berkelibat di otak ini, hanya bisa dipecahkan menggunakan sains.

Mungkin orang-orang saat ini meremehkan MIPA atau natural sciences dan menganggap teknik atau applied sciences lebih penting, prestiese dan keren, tapi mereka harus tahu bahwa tanpa adanya perkembangan natural sciences, applied sciences bakal mandek karena ‘akarnya’ tidak berkembang.

Coba saja pikir, tanpa penelitian scientist di masa lalu apakah saat ini akan ada TV, komputer, laptop, internet, MRI, CT scan sampai ke hal yang paling remeh seperti lampu? Tidak akan ada!

Ya, untuk terakhir kalinya saya hanya ingin menyampaikan satu pesan pada para saintis muda, yaitu untuk jangan pernah kehilangan rasa ingin tahu mereka yang agung. Seperti apa yang Albert Einstein katakan; Never lose a holy curiosity!

PS: Buku yang saya baca ini, Introduction to General Relativity sulit sekali dimengerti, dan saat saya tanya ke senior fisika yang sudah Ph.D, dia simply bilang: belum waktunya! Hahaha, duh semoga bisa ngerti materi itu di tahun-tahun berikutnya, karena materi itu saking sulitnya nggak semua jurusan fisika menawarkan materi tersebut dan juga bukan merupakan mata kuliah wajib. Tau seperti itu keadaannya kenapa saya malah tambah penasaran (=curious) ya? Ah, dasar scientist….

Dec 20

Ya, mumpung UAS sudah selesai dan sekarang nggak ada kerjaan, cuma menunggu skor IPK pertama (semoga hasilnya tidak mengecewakan, amin) yang sekarang gw lakukan adalah belajar bahasa Prancis!

Beberapa hari yang lalu gw ngubek-ubek buku di perpus pusat dan akhirnya menemukan buku yang pas untuk belajar bahasa Prancis. Well, sebenarnya buku itu lebih mirip seperti buku gambar berwarna untuk anak-anak, tapi bolehlah untuk first start (daripada langsung pinjam buku yang ‘berat’, tapi lama ngertinya, mending belajar dari buku level ‘cetek’ dulu kan?)

Yang sulit dari bahasa Prancis itu yang pertama adalah pronounciationnya. Banyak sekali huruf-huruf tambahan yang harus dihafal, yang kalau nggak hati-hati bisa bikin slip tongue!

Dan kesulitan selanjutnya adalah listening. Mengucapkan kalimat-kalimat conversation dalam bahasa Prancis mungkin sulit, tapi listeningnya pasti jauh lebih sulit.

Gw beberapa kali nonton film berbahasa Prancis, dan untuk mengerti kata-kata yang diucapkan dari si aktor/aktris itu lumayan rumit. Yang gampang ‘nyangkut’ di otak paling hanya kata-kata seperti merde (En: damn), merci (En: thank you) dst. Nggak kebayang deh kalau suatu saat nanti harus bicara dengan native speaker di negeri orang (amin, semoga saja kesampaian), bisa nangkep apa yang dia omongin nggak ya? Hmm….

Masih banyak yang harus dipelajari untuk bisa fasih berbahasa Prancis, seperti masih panjang pula perjalanan yang harus ditempuh, menuju Switzerland…. Menuju CERN untuk lebih spesifiknya!

Ayo, semangat ryn, kamu pasti bisa! :D

PS: Ada yang tau foto yang gw pajang diatas post ini foto dimana? Foto ini adalah foto Jet d’Eau di Geneva, Switzerland. Duh, semoga 10 tahun lagi gw bisa ngeliat langsung ya….hehehe

Dec 18

Image: season greeting card from Fermilab, the snowflake there is actually a particle tracks from neutrinos in ArgoNeuT experiment’s detector. (Isn’t that cool, eh?)

The Problem of Guessing The Unknown Words (when you read English articles, books or anything that contains words in it)

by Novia Arinda Pradisty

Well, I might be just mumbling something unimportant right now, so if you don’t interested reading this kinda writing, you just can skip it :D .

I just want to say that in our “English for Academic Purposes” class, in reading section (if I’m not mistaken), our lecturers taught us how to overcome unknown words when we read an article, or writing. They said that we can just guess the meaning of it rather than search the real meaning in the dictionary.

To be honest, it may be good when we don’t much time to open our dictionary, but when we have a time I suggest you to open and search the meaning of those words instead. Why I could dare to say that? Because I’ve been doing that trick since I was in junior high school and now I face its negative effect.

The idea “just guess the meaning” became a bad thing for me because now it makes lazy to open dictionary, so in the end I don’t know at all the actual meaning of those words. For example, I still get confused when I must find out the meaning of such an easy words like condemn, contempt, abandon, thrive etc. It’s hard for me to explore my vocabulary when I want to write an essay. You can notice it in this writing, I don’t use much fancy words here, right?

Because of that, you should consider my advice to be more proactive searching the meaning of those unknown words. Learn from my past failures, OK?

PS: I’m a little bit upset right now because I’ve lost my thesaurus, it really sucks, ugh tantrum

Nov 18

Sebagai anak MIPA, sumpah, saya muak. Muak apabila ada seseorang yang membahas tentang nuklir. Mengapa? Karena apa yang mereka bahas lagi-lagi tentang reaksi fusi-fisi, bahaya radiasi nuklir, kontroversi PLTN, bom atom Little Boy-Fat Man, tragedi Chernobyl atau Three Miles, dan nuklir sebagai senjata pemusnah massal.

Hei, kita sudah tahu dan cukup paham dengan hal-hal diatas dari SMA. Apakah kalian tidak bosan membicarakannya, apakah kalian tidak melihat saya bosan mendengarnya? Pengetahuan yang kalian sampaikan masih sebatas level SMA, apakah kalian tidak malu? Kalian sudah mahasiswa, MIPA pula. Seharusnya ada pengetahuan-pengetahuan baru yang bisa kalian sampaikan setelah menjadi mahasiswa MIPA. Apabila nuklir yang kalian bicarakan hanya menyentuh hal-hal siatas, kesimpulan yang akan kalian hasilkan adalah “nuklir berbahaya bagi kehidupan umat manusia”.

Sesungguhnya tidak begitu adanya. Jika kalian lebih mengeksplor lebih dalam lagi, masih banyak yang bisa dibicarakan dari topik “nuklir”.

Contohnya?

Kenapa tidak membicarakan mekanisme pengolahan limbah nuklir (HLW, High Level Waste atau LLW, Low Level Waste) yang kini makin berkembang? Atau TOKAMAK dan Siklotron? Atau yang paling baru, penggunaan thorium sebagai pengganti uranium untuk bahan bakar tenaga nuklir? Dengan menggunakan particle accelerator, atau dapat diterjemahkan sebagai pemercepat partikel, voila , energi nuklir yang lebih “ramah lingkungan” telah tercipta. Jika mau tahu lebih lanjut tentang hal ini silahkan cari artikelnya di website koran New York Times.

Maksud saya membuat tulisan ini, masih banyak hal yang bisa dibicarakan dalam nuklir. Tidak melulu berdebat mengenai hal-hal yang saya sebutkan pada awal tulisan ini. Sungguh, saya sudah muak mendengarnya.

Tulisan selanjutnya? Tunggu setelah UAS ya… :)

Aug 25

by Novia Arinda Pradisty Untuk bisa install Scientific Linux (SL) dual boot dengan Windows (punya gw Vista, tapi bisa juga XP), yang perlu disiapkan:

* DVD Installer Scientific Linux 5.3, bisa didownload gratis di sini (cuma bisa kalau koneksi internet kamu bagus, karena file yang harus didownload besar banget, diatas 1 GB) atau kalau nggak mau repot beli online di gudanglinux.com, cuma IDR 50.000 kok. Kalau mau lebih murah lagi rental punya gw aja, harga off the record :D .

* Software partisi harddisk, yang populer sih Partition Magic, tapi kemarin yang gw pakai EASEUS Partition Master, soalnya yang gratis di downloads.com cuma itu (dan yang ratingnya bagus). Sebenarnya di Vista sendiri ada software partisi, tapi kemarin udah gw coba, it simply didn't work.

Oke, sekarang kita mulai installnya. Pertama, kita harus partisi harddisk kita dulu, bagi dua harddisk kita, yang satu buat Vista, yang satunya lagi buat SL. Perbandingannya terserah kamu, tapi kalau Windows yang dipakai Vista, partisi Vista lebih baik lebih besar dibanding partisi SL. Kalau harddisk udah bisa dibagi dua, biarkan partisi yang baru unallocated (jangan di resize/move). Restart komputer, harddisk bakal dipartisi oleh EASEUS secara otomatis.

Kedua, masukkan DVD Installer SL ke DVD-RW/ROM kamu, restart komputer. Segera tekan F10 (bisa juga F2 atau del, tergantung tipe komputer) sebelum komputer meloading Windows, untuk masuk ke BIOS Setup. Pilih “System Configuration” > “Boot Options” > “Boot Order” Di boot order, ubah urutan boot, letak USB CD/DVD ROM (DVD-RW gw eksternal jadi ada USBnya) menjadi diatas Notebook Hard Drive menggunakan F5 dan F6. Tekan F10, pilih Yes. Komputer akan reboot secara otomatis.

Ketiga, saat reboot, komputer akan otomatis masuk ke dalam installer SL. Untuk opsi partisi harddisk yang dipakai untuk SL, pilih opsi “Free Memory…” (tulisan lengkapnya lupa), pokoknya jangan pilih yang “Remove…”. Biarkan komputer menginstall SL sampai selesai. Oh ya, di opsi Username dan Password usahakan username dan password yang diisi benar-benar hafal diluar kepala, karena di SL kalau kita mau ubah konfigurasi pasti diminta passwordnya. Kalau lupa passwordnya ya mau nggak mau harus install ulang. Kalau install SL udah selesai DVD Installernya bakalan otomatis di-eject oleh system. Reboot komputer.

Keempat, sekarang kita mau install GRUB biar bisa dual boot SL-Vista (atau XP). Gimana caranya? Masukkan lagi DVD Installer SL, nanti ada 2 pilihan, reinstall SL atau upgrade SL, pilih yang upgrade. Nanti ada pilihan install GRUB. Kalau udah selesai, reboot komputer.

Kelima, sama seperti yang poin ketiga, masuk ke BIOS Setup (tekan F10/F2/del), kalau di poin tiga kita mau tukar posisi CD/DVD ROM , sekarang kita balikin ke urutan semula, Notebook Hard Drive diatas CD/DVD ROM. Tekan F10, pilih “Yes” Voila! That’s it!

Kamu udah selesai menginstall SL dan dual boot. Saat kamu nyalain komputer, pilihan booting pertama memang SL, untuk booting ke Vista tekan tombol apa aja sebelum komputer otomatis booting ke SL, nanti ada pilihan mau booting ke SL atau Others (disitu memang nggak ditulis Vista), pilih Others.

Buat yang pertama kali install Linux pasti bakalan kaget waktu booting ke Linux. Kalo komputer kamu black screen trus muncul tulisan-tulisan, biarin aja, karena dia lagi ngecek sistem komputer kamu ok apa nggak (maka dari itu setelah kamu install Linux komputer harus dijauhkan dari orang-orang yang awam komputer, karena mereka bakal ngira komputer kamu rusak (padahal sih nggak)).

Just FYI aja, di Linux ada 2 pilihan tampilan, KDE dan GNOME. KDE lebih mirip seperti tampilan Windows, sedangkan kalau GNOME lebih mirip tampilan Unix/Macintosh. Gw sih lebih prefer pakai KDE. Buat milih pakai tampilan KDE atau GNOME bisa dilakukan saat masukin username dan password, nah di bawahnya ada 3 tombol, klik yang tengah.

Yang gw suka dari SL yaitu performancenya yang cepat, kontras sama Vista yang super lambat, dikit-dikit freeze, jadi kalo mau nulis or baca file pdf mending di SL. Lagipula di SL software yang disediain lengkap, ada The GIMP sbg tiruannya Photoshop, Kopete tiruan Nimbuzz (multiple account IM), openOffice.org tiruan Ms. Office (hati-hati kalo nyimpan tulisan kamu di openOffice.org, format filenya jangan sampai .odt, ubah jadi .doc atau .rtf supaya bisa juga dibaca di Ms. Word dan Wordpad. Idem dengan presentation dan spreadsheet.

Selain itu sama seperti Macintosh, virus di Linux sangat sangat jarang, karena kita kelompok minoritas dalam dunia per-OS-an (apaan sih istilah gw, nggak banget), jadi kalau mau transfer data mending pakai SL daripada Vista (Vista gw udah 2 file system yang ilang gara-gara flashdisk temen ada Trojannya, huh, nggak lagi-lagi deh transfer pake USB, mending kirim pakai e-mail aja, aman.)

Karena di Linux nama softwarenya aneh-aneh, mulai sekarang harus adaptasi biar nggak keder. Contoh kalau di Windows namanya Paint, di Linux namanya KolourPaint. Nanti lama-lama juga biasa.

PS: Sebenarnya tujuan gw buat notes ini biar nanti kalau mau install SL lagi nggak lupa caranya :) .

Aug 14
Hello world!
icon1 novia.arinda | icon2 Uncategorized | icon4 08 14th, 2009| icon31 Comment »

Welcome to Blog Mahasiswa UI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!