Heartlands (Review Film)
Posted by niken.puspitaningrum in MPK-S (Apresiasi Film), [opini penulis], [tugas penulis] on July 4th, 2009 | 8 Comments »Film Heartlands menceritakan tentang kesetiaan seorang suami kepada istrinya. Sang istri, Sandra, telah banyak menyakiti hati suaminya, Colin, yaitu dengan berselingkuh dan pergi meninggalkannya sendiri ke Blackpool bersama selingkuhannya, Jeff. Blackpool adalah tempat diadakannya kompetisi dart, dan Jeff adalah kapten dari kelompok dart. Sebenarnya Colin adalah anggota kelompok dart Jeff, namun Jeff mencari alasan untuk mengeluarkan Colin dari kelompok dan membawa pergi Sandra ke Blackpool. Colin sangat terpukul dengan kejadian itu, dan ia pun pergi menyusul Sandra ke Blackpool dengan mengendarai motornya. Dalam perjalanannya, ia menemui banyak pengalaman dan kejadian yang membuatnya sadar akan makna kehidupan. Setelah bertemu Sandra, ternyata Sandra ingin kembali padanya dan meninggalkan Jeff. Namun setelah melakukan perjalanan panjang menuju Blackpool tersebut, Colin memiliki keinginan untuk berpetualang. Akhirnya ia memberikan toko yang selama ini dikelolanya di desa kepada Sandra, dan Colin pun memulai perjalanannya untuk berpetualang.
Dari segi sinematografis, film ini cukup baik dalam pengambilan gambarnya. Sebagian besar gambar diambil dengan metode Long Shot, yaitu menampilkan tubuh fisik manusia, tapi tetap dominan latarnya. Oleh karena itu, menurut saya film ini sangat kuat dalam penampilan latar belakangnya yang indah, menampilkan ciri khas desa di Inggris. Berdasarkan sudut pandang kamera, film ini kebanyakan menggunakan metode Objective Point of View, yaitu menganggap kamera adalah jendela, karena memperlihatkan pemain bukan seolah-olah seperti mata manusia atau memberikan zoom in kepada ekspresi pemain. Sedangkan berdasarkan sudut kamera, film ini lebih banyak menggunakan metode Straight on Angle, yaitu objek lurus dengan kamera. Alur yang disajikan dalam film ini adalah Alur Linier (Konvensional) Maju.
Menurut saya, film ini menarik dari segi penyajian dan pengambilan latar tempat dan gambarnya. Keduanya sangat mendukung emosi film dan menciptakan makna simbolik. Misalnya, ketika motor Colin terlindas truk, latar tempatnya di sebuah jalanan yang sangat sepi dan gersang, ini semakin menarik penonton ke dalam emosi Colin yang sedih, hampa, dan hampir tidak ada harapan untuk menuju kebahagiaan. Contoh lain, ketika dalam perjalanannya ke Blackpool, Jeff pergi ke bar dan membawa boneka beruang besar yang dibeli di taman bermain kemudian menaruhnya di sampingnya, hal itu menunjukkan rasa kesepian yang begitu besar dan sangat ingin dapat bersama dengan orang-orang yang ia cintai, misalnya Sandra. Sedangkan penciptaan makna simbolik dalam film tersebut adalah pada saat ending, yaitu sekerumunan burung yang terbang meninggalkan pantai ketika Jeff dan Sandra akan berpisah, menunjukkan kerelaan hati dari kedua belah pihak untuk berpisah karena mereka yakin suatu saat akan hidup bersama kembali.
Jadi, bagi saya yang kurang begitu menyukai film drama, film Heartlands cukup menghibur karena pengambilan latar dan gambar yang sangat baik sehingga menimbulkan kesan indah, emosi yang kuat, dan beberapa makna simbolik. Hal ini dapat menarik penonton walaupun penonton kurang menyukai cerita dalam film ini.