Bangunan-Bangunan Teraneh Di Dunia

Posted by luay.habibi | Uncategorized | Friday 1 January 2010 5:40 pm

Inilah bangunan-bangunan teraneh di dunia! Mulai dari yang bentuknya asimetris, bulat, berlubang di tengah, hingga yang bentuknya bengkok-bengkok.


Bangunan di daerah Sopot, Polandia ini dijuluki The Crooked House, atau Rumah Bengkok (more…)

Tuhan Sembilan Senti

Posted by luay.habibi | Uncategorized | Friday 1 January 2010 5:27 pm

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, Tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun  menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya  ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis,  turnamen sepakbola mengemis- ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ee’ orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, Tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,  jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh Tuhan-Tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada Tuhan-Tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap Tuhan-Tuhan ini.

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Taufiq Ismail

Universitas Indonesia

Kompor Tanpa BBM

Posted by luay.habibi | Pengetahuan dan Teknologi | Sunday 29 November 2009 10:23 pm

Pemerintah telah mencanangkan konversi minyak tanah ke kompor gas untuk masyarakat miskin. Di beberapa daerah program ini tak berjalan mulus, terjadi kelangkaan minyak tanah sehingga menimbulkan antrian panjang.

Pada sisi lain, pembagian kompor gas belum merata, sedangkan LPG sering menghilang. Akibatnya, masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, sempat panik.

Kondisi memprihatinkan itu dirasakan pula oleh R Heru Permono dan keluarganya. Namun, pria berusia 44 tahun ini tak mau pasrah begitu saja. (more…)

Geliat Ilmu Pengetahuan di Era Dinasti Seljuk

Posted by luay.habibi | Pengetahuan dan Teknologi | Tuesday 25 August 2009 10:50 pm

Pada abad ke-11 hingga 14 M, kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah dikuasai sebuah dinasti Islam bernama Seljuk. Pada masa itu, ilmu pengetahuan berkembang  dengan pesat. Di zaman itu, madrasah dan rumah sakit tumbuh bak cendawan di musim hujan. Dinasti Seljuk pun tercatat telah turut mengibarkan bendera kejayaan Islam pada abad pertengahan.
(more…)

Kisah Penerbangan Celebi Bersaudara

Posted by luay.habibi | Islam, Pengetahuan dan Teknologi | Tuesday 25 August 2009 11:52 am

Peristiea penerbangn lagari itu dicatat sebagai peristiwa terbang berawak vertikal pertama yang menggunakan sistem pendorong cerupa tujuh roket dengan bubuk mesiu sebanyak 300 pound.

Peradaban Barat mengklaim  Wright bersaudara (Wright brothers), Orville dan Wilbur sebagai  penemu pesawat terbang pertama. Pada 17 Desember 1903, keduanya berhasil menerbangkan pesawat yang dibuatnya. Padahal, (more…)

Wanita Racun Dunia?

Posted by luay.habibi | Wanita | Friday 20 March 2009 11:03 pm

Sungguh indah, elok, rupawan dan mengagumkan. Itulah representasi dari seorang makhluk yang disebut wanita. Namun tidak jarang pula karenanya wanita sering disebut ‘racun dunia’ oleh sebagian orang. Mereka beralasan “karena dia lupakan semua”. Loh… benarkah demikian? Sesuatu yang indah kok bisa jadi racun? (more…)

Assalamu’alaikum world!

Posted by luay.habibi | Uncategorized | Tuesday 10 March 2009 10:49 pm

Assalamu’alaikum world!

Universitas Indonesia

Tarhib Ramadhan

Posted by luay.habibi | Uncategorized | Thursday 10 July 2008 12:02 pm

“Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya’ban wa ballighnaa Ramadhan”…

“Ya Allah berkahilah Kami di bulan Rajab dan Sya’ban Sampaikanlah Kami di bulan Ramadhan”…

Yuks, kita sambut Ramadhan dengan suka cita seperti kita menyambut tamu besar..
dan raih predikat Cum Laude di mata Allah…..

Universitas Indonesia

Assalamu’alaikum

Posted by luay.habibi | Uncategorized | Monday 7 July 2008 11:40 am

Assalamu’alaikum,

Test…Test…

1..2..3..

Universitas Indonesia

Hello world!

Posted by luay.habibi | Uncategorized | Monday 7 July 2008 11:33 am

Welcome to Blog Mahasiswa UI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Universitas Indonesia