Desain—or design

Sekilas pengantar

Design tidak melulu dihubungkan oleh seni (art). Design secara etimologi “deigno” (Itali) berarti “daritadi”; secara gramatikal berarti gambar, dan bermakna: (1) to make preliminary sketches of ; (2)to plan and carry out; (3)to form in the mind. Jika dari “deignare” (Latin) berati: (1)the arrangement of parts, details, form, color, etc so as to produce an artistic unit: (2)a plan, scheme, a project. Berdasarkan makna bahasa tersebut design sering dikaitkan dengan “perencanaan yang tersusun”.

Namun penerjemahan biasa desain (design: for English) adalah seni terapan, arsitektur, dan pencapaian kreatif lainnya. Jika kita merangkai kalimat dengan memasukkan kata ini, “design” pun bisa dikategorikan kata benda (“sebutan untuk hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata”) maupun kata kerja (“proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”).

Umumnya proses desain itu sendiri memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Contoh perancangan proses adalah perancangan proses dalam industri kimia.

Jadi desain seni atau bukan?

Istilah design memang bermula dari gambar teknik arsitektur (gambar potong untuk bangunan) serta di awal perkembangan; dan  masih berbaur dengan seni dan kriya. Seni pada dasarnya adalah suatu pola pikir untuk membentuk ekpresi murni yang cenderung fokus pada nilai estetis dan pemaknaan secara privasi. Sedangkan desain memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental seni dengan tidak hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar industri secara mass.

Lantas?

Ya, saya rasa dari semua itu secara generalisir design adalah inovasi atas pertimbangan perencanaan-perencanaan tersususun dari brainstorming. Pertimbangan ini memerlukan proses berpikir kreatif—dimana seni seringkali terlibat didalamnya. Seni berpikir. Kenyataannya kini kita seringkali menemui kata ini dalam bangku perkuliahan. Desain penelitian misalnya. Berkegiatan sehari-hari aplikasi design nyatanya sangat diperlukan.

Pernah membaca film AAC (Ayat-Ayat Cinta) saat Fakhri merumuskan plan hidupnya ke depan? Seperti itulah design “perencanaan hidup” kita nanti, yang tentunya jika ingin hidup di kuliah punaya orientasi.

Dari desain, hidup menjadi “hidup”.

 

July 30 2012 07:19 am | Tak Berkategori

3 Responses to “Desain—or design”

  1. Anonymous Says:
  2. Florentinus Astro Doni Says:

    salam kenal

  3. lady.hafidaty Says:

    salam kenal juga ^^ slamat nge-blog. hehe

Leave a Reply