Semakin berkembangnya teknologi membuat kebutuhan akan internet semakin meningkat. Perkembangan teknologi ini tidak hanya membawa dampak yang baik, banyak kalangan yang memanfaatkan perkembangan ini untuk merusak ataupun mendapat keuntungan pribadi. Sebagai contoh pada penggunaan Android.
Perkembangan pengguna android yang sangat pesat dan banyaknya aplikasi yang gratis membuat penyebaran virus pada android menjadi sangat mudah. Perusahaan pembuat antivirus, Symantec, menyatakan bahwa virus yang ditemukan dalam 13 aplikasi dari Android Market menyerang lewat jaringan iklan di program tersebut. Aplikasi itu telah diunduh oleh jutaan pengguna Android.
Symantec memahami mengapa serangan begitu mudah masuk ke dalam android. Aplikasi android tersedia dengan harga yang sangat murah bahkan gratis, hal ini membuat banyak user dengan mudah menginstal aplikasi yang tersedia di android market. Pengguna tidak bisa membedakan mana yang mengandung kode virus, malware, spyware, atau adware. Kebanyakan aplikasi ini menyebarkan virus melalui iklan yang ada dalam aplikasi tersebut. Symantec menemukan virus dalam 13 aplikasi, dan menyebutnya sebagai sebagai “Android Counterclank” dan diklasifikasikan sebagai Trojan horse atau malware. “Secara umum, malware ini akan mengubah tampilan browser, menambah desktop shorcut, dan menghapus bookmarks,” ujar Direktur Symantec Security Kevin Haley kepada Computer World.
Untuk mencegah penyebaran virus pada android, pengguna diharapkan dapat mencari informasi tentang aplikasi yang akan digunakan sebelum diinstal, terutama aplikasi yang gratis. Selain hal tersebut penggunaan antivirus tentu akan sangat membantu pengguna untuk melindungi androidnya. pengguna juga diharapkan lebih berhati-hati dalam mengakses iklan-iklan sewaktu ber-internet, karena banyak iklan yang digunakan hanya untuk menyebarkan virus.
referensi : kompas
terima kasih, artikelnya