3 Poin Penting Keamanan Jaringan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa dalam suatu computer network memiliki isu tentang keamanannya. Dalam keamanan jaringan, terdapat tiga poin penting untuk menjaga komputer kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Disini saya ingin sedikit share mengenai pengalaman tentang ketiga poin tersebut. Ketiga poin itu adalah:

1. Prevention

Salah satu bentuk prevention dalam keamanan jaringan yang paling dikenal adalah Intrusion Prevention System (IPS) yaitu bentuk prevention dalam keamanan jaringan yang dapat berupa software atau hardware yang dapat melakukan pencegahan akan kerusakan jaringan.

Namun dalam pengalaman pribadi saya, bentuk prevention yang paling dasar yang saya lakukan pertama kali adalah mengecek apakah System and Security (standar Windows) sudah berjalan atau belum. Di dalam opsi ini kita dapat mengecek apakah Firewall sudah aktif atau belum. Hal berikutnya adalah, masih dalam System and Security, saya akan mengecek apakah antivirus sudah aktif atau belum. Ini tentu saja berfungsi sebagai pencegahan virus dan spyware yang sewaktu-waktu dapat masuk ke komputer kita melalui internet.

2. Monitoring

Tak bisa dipungkiri bahwa monitoring adalah salah satu poin penting yang kita butuhkan untuk memantau kegiatan apa saja yang dilakukan ketika sedang terhubung dalam suatu jaringan. Misalkan dalam suatu jaringan terjadi koneksi yang melambat, kita jadi bisa tahu apa yang menyebabkan hal itu. Dalam pengalaman saya, hal yang paling sederhana yang pernah saya lakukan yakni memonitor melalui system tray yang sudah ada secara default di Windows. Melalui itu kita bisa tahu koneksi yang dilakukan. Pernah juga saya merasa salah satu komputer di warnet, ketika saya memakainya merasa sangat lambat. Lalu saya curiga dengan aplikasi yang sedang running secara background jadi saya cek melalui Task Manager. Kemudian saya menemukan bahwa adanya software monitoring (Remote Desktop) yang sedang berjalan yang menjadi penyebab lambatnya komputer yang sedang saya pakai. Untuk melakukan monitoring secara lebih mendalam, mungkin bisa juga menginstall aplikasi free seperti Wireshark.

3. Response

Setelah melakukan prevention dan monitoring, hal berikutnya yang seharusnya kita lakukan adalah response. Kita harus melakukan tindakan yang tepat dalam menanggapi masalah yang sudah kita detect. Banyak macam response yang dapat kita lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau untuk menghilangkan hal-hal yang telah mencoba untuk merusak komputer kita, antara lain seperti mengclose aplikasi yang tidak diinginkan pada Task Manager, melakukan scanning virus dan spyware secara berkala pada komputer kita, tidak lupa mengupdate antivirus secara berkala pula untuk mencegah masuknya virus-virus baru dalam komputer kita.

Potential Security Problem and Challenge: Online Banking

Dewasa ini teknologi semakin mempermudah kita untuk melakukan transaksi. Keberadaam Anjungan Tunai Mandiri (ATM) cukup mempermudah kita dalam hal penarikan uang serta transfer sejumlah uang. Namun, untuk urusan transfer, kadang kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengunjungi ATM. Maka ditemukanlah sistem online banking. Online banking adalah suatu sistem yang mengijinkan kita bertransaksi melalui internet (online). Pada satu sisi sistem ini mempermudah kita untuk melakukan transaksi, namun di sisi lain, sistem ini memiliki sejumlah kelemahan yang dapat berakibat hilangnya uang kita.

Bagaimana cara penjahat komputer (atau yang biasa disebut hacker) melakukan pencurian melalui sistem online banking? Salah satu cara jitu yang mereka gunakan adalah phishing. Phishing adalah pembuatan surat email palsu atau situs palsu yang bertujuan untuk mendapatkan username, password, ataupun pin yang dimiliki oleh pengguna komputer. Phishing merupakan cara yang efektif untuk menipu pada pengguna komputer, karena banyak dari pengguna komputer itu sendiri tidak merasa waspada terhadap segala jenis email yang dikirimkan kepada mereka. Bahkan banyak juga dari pengguna yang tidak segan-segan mengirimkan password atau pin mereka melalui email yang tidak jelas sumbernya.

Saya sendiri pernah mengalami sejenis phishing, dimana saya membuka halaman Twitter dan saya tidak bisa login. Beberapa menit kemudian, muncul email dari pihak resmi Twitter mengatakan bahwa saya adalah korban phishing dan diharuskan untuk mereset password dengan segera melalui situs resmi Twitter.

Phishing ini memang cara termudah yang dapat dilakukan oleh para hacker untuk menyusup ke online banking. Melalui ini, mereka pun dapat dengan mudah mendapatkan akun dan pin kita sehingga mereka dapat leluasa mencuri sejumlah uang. Namun bukannya tidak mungkin kita menghindari phishing.

Salah satu cara yakni dengan melihat sertifikat dari situs tersebut, apakah asli dari bank yang kita gunakan atau tidak. Pada Internet Explorer, caranya yakni klik File, Properties dan klik tombol Certificate. Pastikan nama dari sertifikat tersebut cocok dengan nama bank yang kita gunakan. Cara yang lain yakni dengan mencegah browser mengingat pin kita. Memang kita tidak dapat kita pastikan apakah ada yang akan mencuri uang kita melalui online banking atau tidak. Namun setidaknya melalui kedua cara tadi kita dapat memperkecil kemungkinan kita sebagai korban phishing.

Sumber:

http://www.bankinfosecurity.asia/podcasts.php?podcastID=825

http://www.ehow.com/about_4743562_advantages-risks-online-banking.html

http://www.pcworld.com/article/117757/does_online_banking_put_your_money_at_risk.html

Sehat Sutardja, the Inspirational Person

Sehat Sutardja, PhD was born at Jakarta in 1961 and became one of the richest men in U.S. (according to Forbes Magazine).  At first, he only wanted to fix radios but finally he became the president of Marvell Technology Group, one of the best semiconductors company in the world.

Even he is a president of a big company and works in U.S., but he never forgets his country Indonesia. He said that he loves Indonesian food, but beside that, he sees some potential in Indonesia. Sehat said that 30 years ago, there was no potential of technology industry in Indonesia. 10 years ago, he used to buy very expensive computers (about US $ 50,000) for his business. But now, he can buy a very small computer called cellphone, which works better than his old computers. It means Indonesia can use this opportunity to take some investments in technology industry. Technology is so powerful that can bring back to the developing world. From that, Indonesia also can use technology to help the poor, to learn, to be a tool for teaching. It is time for Indonesia to take advantage of this.

Once he gave a speech at University of Indonesia, he said that young people are the future of the country. Only them that can make the difference and they have to keep trying and be patient. He also said that education is an important pillar of investment.

Sehat Sutardja is very inspirational. From his little dream he became a very successful person. And we need to look at him. His idea about Indonesia opportunity of having investment in technology industry is great. From there, so many people can realize that technology has a role to help the poor, and to be learnt by Indonesians. And education is also an important part of our country.

[video]http://www.youtube.com\watch?v=M4jZFbqOU34[/video]

How We Learn Programming Languages From Social Networks

In the past, people usually use books as source. But then, internet came, and replaced books. A lot of students now use internet to learn about programming languages. It is called e-learning, they use technology (such as internet) to learn about something. Students don’t have to bring books to the college, they only need a notebook (or netbook) so they can surf online to find about what they need. Textbooks, dictionaries, etc. can be found in the internet. This is why students prefer to choose internet than old books.

There are so many ways we can do to learn programming languages via online. We can easily open a site then we can get informations that we need. And these days, students usually use social networks to learn. But why do they choose social networks?

  • We can ask the experts.

Through social networks, we can easily communicate with some people that’s already an expert, without meeting them. We can do this anytime and anywhere.

  • Shared links.

From the social networks, we also can find some shared links so we can get some addition informations from it.

  • Friend to discuss.

We can virtually meet some friends through social networks  and discuss some subjects without physically meeting them.

  • Time savings.

We don’t have to waste time to arrange the meetings, we can find our friends that areonline and then we can directly discuss some programming languages.

From the four points above, we can conclude that it is possible to learn programming languages from social networking sites.