Derajat Cita-cita

Kejarlah yang paling tinggi. Sesungguhnya Nabiyullah Musa saat diistimewakan Allah dengan kalam, ia berkata, “Tuhanku, perlihatkanlah kepadku, agar aku dapat melihat-Mu.” Kemuliaan tidak datang sebagai hadiah. Tapi diperoleh dengan peluh. Seperti burung Hud-hud terbang membawa surat. Lalu keberaniaanya diabadikan dalam surat An Naml. Seperti seekor semut yang bergerak selalu tak kenal henti. Membutuhkan kesabaran berlipat dan waktu yang lama. Rasul kita, berdiri shalat hingga bengkak mata kakinya. Ia menyisipkan batu di perutnya karena lapar. Padahal ia adalah seorang hamba yang terlindungi, tapi bercucuran darahnya karena lemparan batu. Dan ia hadapi setiap tipu daya. Abu Bakar diseur dari salah satu pintu diantara delapan pintu surge. Itu karena hatinya terkait dengan Rabbnya di setiap detiknya. Seluruh perkataannya bersumber dari agamanya. Seluruh sikapnya bersumber dari petunjuk. Ia tegakkan al haq di setiap keadaannya. Ia infakkan hartanya di jalan Allah. Ia hijrah dan tinggalkan keluarganya. Umar Ibnu Khattab mengenakan pakaian sobek. Merasa perih dan sakit jika mengigat kematian. Ia temppuh hidup dengan sangat hati-hati dalam masalah agama. Berlaku adil, bersedekah, dan tunaikan tahajud. Memohon kepada Allah agar mati sebagai sahid. Lalu Allah rizkikan untuknya syahid di dalam masjid. Lalu engkau ingin kemuliaan tanpa kesungguhan? Ingin mencapai ketinggian, tapi lelap di waktu malam? Berharap surga, tapi meremehkan sunnah?

Posted on November 18th, 2009 by Aulia Laili Nisa  |  No Comments »

Ramadhan dalam sebuah kotak

Hmm,, Nggak kerasa ya sekarang udah bulan Sya’ban. Menurut kalender yang ada di rumah, 14 hari lagi kita udah ketemu sama bulan yang selalu dinanti oleh jutaan muslim di dunia, bulan suci dan penuh berkah, Ramadhan. Nggak terkecuali oleh muslim di negara kita tercinta ini..

Klo ditanya, “Apa ya bagusnya jadi muslim di negara ini?” Jawabannya bisa banyak, antara ya dan nggak. Ya karena jumlahnya paling banyak di seluruh dunia. Nggak percaya? Coba deh sekali2 liat sensus yg dilakuin sama BPS. Sekitar 70% penduduk Indonesia itu beragama Islam. Ya walaupun beberapa cuma Islam ktp doank. Klo nggak enaknya karena umat Islam negeri ini Cuma jadi bulan-bulanan aja, misalnya dalam kriminalitas. Dibilang suka nyuri lah, rampok lah, tukang bunuh lah, dll. Ya iya lah orang mayoritas penduduknya Islam, ya pasti rata2 yg ngelakuin kejahatan org Islam jg. Coba ngeliatnya India, dijamin dah rata2 yg ngelakuin kejahatan tu org Hindu. Atau coba yg diliat Cina, pasti org komunis dah yg rata2 jd kriminal. Atau amerika, pasti org nasrani dah yg bnyk ngelakuin kejahatan. Klo kejauhan, coba dah liat Thailand, syp tu yg hobi rampok, maling, bunuh, jadi waria, dll. Bukan org Islam kan??

Yg lebih menyedihkan, umat Islam Indonesia tu nggak Cuma jadi bulan-bulanan dlm hal kriminalitas aja. Televisi (tv) jg begitu. Sami mawon. Klo Ramadhan dtg, tiba2 bnyk bgt dah acara tv yg berbau2 Ramadhan. Trs tiba2 juga artis2 pada bejibun dpt ‘hidayah’. Mereka mendadak berjilbab, alim, sering ngucapin kata2 hikmah, dll. Ya nggak usah muna lah, kita smw tau kok apa yg biasanya dilakukan para artis dan apa yg disajikan tv di luar Ramadhan. Ironis! Inilah yg dinamakan bulan2an.

Liat aja deh setiap Ramadhan dtg, stasiun2 tv pasti pd berlomba2 nayangin acara yg berbau religi. Malah terkesan MAKSA. Acaranya nggak tanggung2 dari mulai kita sahur sampe kita buka ada teruuus. Biar nambah semarak tersedia juga kuis2 dengan jutaan hadiah. Bilangnnya c bwt THR. Nggak mau ketinggalan, sinetron pun disulap dgn nuansa religi, walaupun tema besarnya tetep aja ttg percintaan. Konon katanya, untuk “menyambut dan mengisi” bulan suci ini, satu stasiun tv bisa ngabisin biaya milyaran rupiah.

Is that enough? Belumlah sodara2. . Penyanyi dan grup band pun nggak mau kalah. buat “menyambut” Ramadhan, mereka berjamaah bikin album religi. gaya bermusiknya mah masing2 (pop, dangdut, melayu, rock,jazz,dll), tp liriknya diubah. Dari yg biasanya ttg percintaan jd “agak” Islami.

Fenomena tv ini emg salah satu contoh lain dari bulan2an umat yg banyak ini. Ramadhan bulan keberkahan dan penuh kemuliaan telah berhasil dibaca dengan sangat cerdas oleh para pelaku usaha sebagai sebuah momentum paling strategis untuk pemasaran produk mereka. Ckckck.. sambil menyelam minum air..

Mungkin ada diantara kita yg berapologi bahwa munculnya fenomena tsb justru sebagai bentuk penghormatan media dan pelaku usaha terhadap bulan Ramadhan. Eits, tunggu dulu! Jgn terlalu polos gitu donk! Klo menurut salah satu pakar yg mengerti urusan media dan tetek bengeknya, media itu memiliki karakteristik iblis. Wah apaan tuh? Serem amat ya. Menurut ahlinya, media itu nggak hanya menghibur,mengajar, mendidik. Tapi juga menyesatkan! Tanpa henti dan dengan variasi yg selalu mengoda. Ada 9 karakteristik iblis yg dimiliki media. Dari ke9 itu ada 2 yg perlu kita ketahui betul. Yg pertama, media nggak setia dan nggak ingat teman. Media adalah pedang bermata 2. Yang Kedua, media dgn dingin bersifat netral terhadap posisi2 moran dan pesan2 spiritual. Nah klo kita cermati secara seksama dan terperinci (apaan c), fenomena tayangan tv yg mendadak “Islami” slm Ramadhan nggak lbh dari pedang bermata 2. Di satu sisi, berusaha “menghormati” dan menjaga kesetiaan dari pemirsa yg mayoritas beragam Islam. Di sisi lain, ia menjadi bagian penting dari mekanisme pasar (baca: nyari untung). Jadinya lagi, jangan heran deh klo nuansa ‘Islami’ adanya Cuma dibulan Ramadhan doank. Di bln2 lain? JANGAN HARAP!

Posted on August 8th, 2009 by Aulia Laili Nisa  |  3 Comments »

Al Hubbu (Sebenarnya Cinta)

Cinta,,

Ada banyak kata yang dapat diungkapkan untuk mengutarakan rasa yang satu ini, tapi kebanyakan kita hanya mengutarakannya dalam kata benda biasa, yang tak cukup memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu yang istimewa bagi orang yang kita cintai. Tak banyak dari kita yang mengungkapkan rasa cintanya dalam sebuah kata kerja . kata kerja yang menjadikan kita ‘bekerja’ meski payah, meski lelah untuk orang yang kita cintai. Setiap kita mempunyai tafsiran sendiri tentang cinta. cinta mendorong kita untuk memberikan hal terindah bagi “Sang Kekasih”. Abdullah Ibnu Rawahah sering kali berucap pada dirinya sendiri, “Wahai diri, jika kau tak gugur di medan juang, kau tetap akan mati walau di atas ranjang.” Hal ini ia lakukan agar tetap terjaga rasa cintanya yang membara untuk Sang Kekasih. Al Barra Ibnu Malik pun merangkai kata cintanya, “Allah dan Surga…!!” Sangat indah walau hanya diungkapkan dalam tiga kata. Amr Ibnu Jamuh pun dalam kekurangan fisiknya tetap ‘bekerja’ memberikan hal terindah sebagai bukti rasa cintanya, dalam setiap langkahnya ia selalu berkata, “dengan cacat pincangku ini, aku bertekad merebut surga!” Abu Musa Al Asy’ari selalu berusaha ikhlas untuk menunjukan rasa cintanya, untuk setiap hal ia terima, ia selalu berkata, “ yang penting keikhlasan, kemudian tejadilah apa yang akan terjadi.” Ikhlas. Kata ini pulalah yang mendorong Hudzaifah Ibnu Yaman untuk selalu berusaha siap menerima ketentuan Tuhannya. Saat maut datang lirih ia ucapkan, “selamat datang wahai maut, kekasih tiba di waktu rindu. Hati bahagia tak ada keluh atau sesalku..”

Dan kita,,

Apa yang telah kita lakukan, apa yang telah kita taruhkan, apa yang telah kita korbankan untuk mempejuangkan cinta kepada Yang Maha Tinggi?? Sudahkah kita berikan hal terindah untuk-Nya??

Universitas Indonesia
Universitas Indonesia

Posted on July 7th, 2009 by Aulia Laili Nisa  |  3 Comments »

Bagaimana jika UAS diulang??

Hari jumat kemarin anak2 FIK 08 mengikuti ujian akhir semester English for Nurses. karena merasa banyak mahasiswa yang melakukan kecurangan saat UTS, dosen pun melakukan pengamanan super ketat, kabar yang beredar mengatakan bahwa Dosen tersebut sampai memasang kamera pengawas. sebelum ujian, dosen tersebut telah memperingatkan agar para mahasiswa mengerjakan soal2 ujian dengan kemampuan mereka sendiri tanpa menyontek kanan kiri. ujian pun berjalan lancar2 dan tenang2 saja (menurut saya). dua jam pun berlalu dan ujian pun berakhir. betapa senangnya hati karena UAS pun akhirnya telah berkhir dan liburan panjang menunggu.

tapi,, kesenangan itu tidak berlangsung lama.. satu jam setelah ujian dosen tersebut meminta para mahasiswa berkumpul. lalu beliau berkata kepada para mahasiswa untuk menandatangi surat pernyataan ujian ulang karena beliau merasa beberapa mahasiswa telah  melakukan kecurangan saat ujian sehingga ujian yang baru selesai dilaksanakan dianggap gagal.

betapa kecewanya,,

hanya karena kelakuan beberapa orang, semua harus merasakan akibatnya. semoga di ujian ulangan nanti tidak ada lagi mahasiswa yang melakukan kecurangan. kalau masih curang dan ujian harus diulang lagi, kapan liburnya???

Posted on June 1st, 2009 by Aulia Laili Nisa  |  7 Comments »

semangat bwt kompetisi musim depan!!

walaupun juara EPL taun ini MU, ayo tetep semangat!!

EPL taun depan mesti kudu harus wajib juara ;)

You’ll never walk alone

when you walk through a strom

hold your head up high

and don’t be afraid of the dark

and the end of the strom

is a golden sky

and the sweet silver song of a lark

walk on through the wind

walk on through the rain

tho’ your dream be tossed and blown

walk  on…  walk  on…

with hope in your heart

and you’ll never walk alone

you’ll never walk alone,,

Posted on May 19th, 2009 by Aulia Laili Nisa  |  1 Comment »

gara2 dihina

..

hmm..

setelah hampir satu taun nganggurin ini blog, akhirnya tergiur juga untuk menggarapnya dengan lebih seksama ^ ^

sebenernya tergiurnya gara2 kemarin dihina teman yang ngeliat ni blog masih kosong melompong.  nggak terima dihina, akhirnya ku tulislah sesuatu (apa pun itu).  biar ‘agak’ nggak jelas, tapi gpp, yang penting ada isinya ;)

Posted on May 19th, 2009 by Aulia Laili Nisa  |  No Comments »

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa UI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Universitas Indonesia

Posted on August 12th, 2008 by Aulia Laili Nisa  |  2 Comments »