Aug 13

Hi sobat…^^ pie kabare nih?? Semoga waktu liburan yang tersisa menjadi waktu yang bermanfaat.

Tahu lagunya gaudeamus igitur??! ntah kenapa, kalau ingat lagu itu, gw jadi kangen masa-masa di balairung. Bersama angkatan 2008 yang berjumlah sekitar 5000 mahasiswa, suara kami memecah udara dan menggema sampai angkasa. Gak nyesel gw latihan paduan suara. Benar-benar masa yang mengesankan.

Pak chamatz, senior gw, iseng deh cari-cari lirik lagu gaudeamus igitur di internet. Dia dapet lirik tuh lagu di http://id.wikipedia.org/wiki/Gaudeamus_igitur.


Gaudeamus igitur Juvenes dum sumus. Post jucundam juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus.

Ubi sunt qui ante nos In mundo fuere? Vadite ad superos Transite in inferos Hos si vis videre.

Vita nostra brevis est Brevi finietur. Venit mors velociter Rapit nos atrociter Nemini parcetur.

Vivat academia! Vivant professores! Vivat membrum quod libet Vivant membra quae libet Semper sint in flore.

Vivant omnes virgines Faciles, formosae. Vivant et mulieres Tenerae, amabiles Bonae, laboriosae.

Vivant et res publica et qui illam regit. Vivat nostra civitas, Maecenatum caritas Quae nos hic protegit.

Pereat tristitia, Pereant osores. Pereat diabolus, Quivis antiburschius

Atque irrisores.

Artinya : Mari kita bersenang-senang Selagi masih muda. Setelah masa muda yang penuh keceriaan Setelah masa tua yang penuh kesukaran Tanah akan menguasai kita.

Kemana orang-orang sebelum kita Yang pernah hidup di dunia ini? Terbanglah ke surga Terjunlah ke dalam neraka Bila kau ingin menjumpai mereka

Hidup kita sangatlah singkat Berakhir dengan segera Maut datang dengan cepat Merenggut kita dengan ganas Tak seorang pun mampu menghindar

Panjang umur akademi! Panjang umur para pengajar! Panjang umur setiap pelajar! Panjang umur seluruh pelajar! Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

Panjang umur para gadis! Yang sederhana dan elok Juga, hidup para wanita! Yang lembut dan penuh cinta Jujur, pekerja keras

Hidup negaraku! Dan pemerintahannya Hidup kota kami! Dan kemurahan hati para dermawan Yang telah melindungi kami

Enyahlah kesedihan Enyahlah kebencian Enyahlah kejahatan Dan siapa pun yang anti mahasiswa

Juga mereka yang mencemooh kami

Bener-bener universal dan keren liriknya, :D Tapi kok kayaknya beda ya sama yang kita nyanyiin di balairung?? Tapi sekali lagi, gw kangen banget nyanyiin tuh lagu di balairung. Rasanya gw ingin menyelinap di antara maba 2009 tuk nyanyiin gaudeamus igitur…

Universitas Indonesia
Aug 8

Banyak kisah tentang kerinduan. Rindu anak kepada orang tuanya yang sedang berada di kampung, atau sebaliknya rindu orang tua terhadap anaknya yang sedang dalam perantauan di negeri seberang. Ketika rasa rindu itu datang, pastinya kita akan selalu teringat akan apa yang kita rindukan.

Seorang anak yang rindu terhadap orangtuanya di kampung, ia akan berusaha mengumpulkan bekal untuk biaya pulang dan untuk membawa oleh-oleh yang terbaik untuk orangtuanya. Begitupun orang tua yang merindukan anaknya di perantauan, ia akan mempersiapkan apa saja kesukaan anaknya untuk menyambut kedatangannya ketika kabar berita kedatangan anaknya itu didengarnya.

Kisah rindu diatas adalah kisah rindu anak terhadap orangtuanya dan rindu orangtua terhadap anaknya. Lain halnya dengan kisah rindu antara dua orang kekasih yang sedang jatuh cinta. Dalam segala kondisi mereka selalu ingat terhadap kekasihnya, ketika sedang makan, minum, berjalan, duduk bahkan ketika sedang tidurpun teringat kekasihnya sampai-sampai terbawa mimpi.

Seperti itulah rindu ketika datang menghampiri. Kita akan selalu ingat terhadap apa yang kita rindukan. Rindu kampung halaman, rindu orangtua, rindu anak, rindu kekasih, dan rindu-rindu yang lainnya. Tetapi bagi orang beriman kerinduan yang harus ada adalah kerinduan terhadap kampung akhirat, rindu tempat dimana kita akan hidup selama-lamanya disana kelak.

Rindu akan kampung akhirat berarti kita senantiasa teringat kepada pemiliknya yaitu Allahu Rabbul ’Alamin, pencipta segala apa yang ada di jagat raya kehidupan, jagat raya kehidupan dunia dan akhirat. Rindu itu tercermin dari apa yang dilakukannya ketika di dunia ini untuk senantiasa ingat kepada-Nya.

Read the rest of this entry »

Jul 6

Lapar. Itulah kata yang terbersit di pikiran gw. Sepertinya gw lagi pengen makan nasi goreng di pinggir jalan dekat rumah nih. Gw membayangkan makan nasi goreng panas ditemani teh tawar hangat dihembus angin malam yang sejuk. Hmmm…sepertinya nikmat.

“Bang, nasi goreng satu” Pesan gw kepada abang nasi goreng. Tak lama abang nasi goreng beraksi membuat makanan yang yummmi buat gw. “Dek, mau makan disini apa dibungkus” Tanyanya ke gw. Gw pikir sebaiknya gw makan di rumah. Gw bisa berbagi dengan adik dan kakak gw. Duh, baiknya gw. “Bang, makan disini aja, bang” Jawab gw.

Tak lama, pikiran gw pun berubah. Gw pikir lebih enak makan disini sesuai tujuan awal gw. Adek dan kakak gw mah nanti aja deh. Makan disini pasti mantabz. “Makan disini aja, bang.”

Tak lama, beberapa mobil pengangkut sampah berkonvoi melewati jalan. Yaks, menghilangkan imaginasi kelezatan nasi goreng yang nikmat deh.

“Bang, gak jadi makan disini. Dibungkus aja deh.” Jawab gw berubah-ubah. “Dek, gimana sih. Jadinya mau makan disini atau dibungkus??!” Jawab si abang dengan nada suara sedikit meningkat. “Sabar bang. Hati ini memang seringkali berubah. Sering tidak tentu keinginannya. Hari ini inginkan blackberry, esok mungkin menginginkan apple. Hati ini sering sakit akan wahn. Hati ini penuh nafsu, kan?” Jawab gw puitis. Sekarang bayangkan ekspresi tukang nasi goreng tersebut ya…

Universitas Indonesia
Universitas Indonesia