Nov 14

What is the meaning of your house in your mind?

 

 

Is that just a building where you live? Or is that a place where your family is? Or how important your house is to you?

 

It began when I knew that:

I will move to a new house in a short time. Why? No need to be explained. It’s a long story. It will take a very long time and too complicated and a very private thing.

 

The fact that I will move in a very short time made me sick. Not in the real meaning. After the very first time my family decided to move, I kept thinking. Does anyone have the same feeling? What the other people think about their house? For me, it’s my house (the building), my home (the deep feeling), part of my family, and many pieces of my life. I learned how to stand, how to run, how to bike there. I’ve lived there for more than 17 years. From my house I went to school and learned how to read, how to write. It’s one of the places where I depend on. The place, when I had a very bad day outside there I still have some spirit and thought there is a house, a home where I would go. The place, when I had a bad day and feeling so sad and even had a problem with my family, I could just go to my bathroom and cry.

 

Some people may think that it’s ok for them to move. At the first, I thought it’s not so bad because the new house is not so bad (I’ve known that house since I was born because that’s my grandpa’s house). But when I’m already here (in my new house) and seeing my home there, empty. It’s a heartbreaking thing.

 

 

I just don’t care if the house where I will move is bigger or smaller. It’s not about whether it will be better or worse. My old house is priceless. I had lived there for seventeen years. It’s full of memories.

 

Some people may say it’s sad or understand. But no one will really understand this unless they really have got through this. Finally, it just depends on you about what’s your feeling. Maybe we have different thought and feeling about our own house, but I just want to describe that it’s so heartbreaking to fell this especially if you’ve already lived there for more than 17 years and you’ve already have the connection with your house as if it lives and has its soul.

 

 

Oct 12
How enough is enough??
icon1 alfira.fitrananda | icon2 Uncategorized | icon4 10 12th, 2008| icon31 Comment »

One day i went to a big store… maybe some of us call it mall or something..i’ve just seen my fav shop and hoping if have have enough money so i could buy all of them i wanted.  After that i read my cousins’ magz and catch the article about the a list hollywood celebrity life style. It written that one of that celebrity always take a bath with milk. all of sudden my heart was full of anger and i wondered whether she knew that there are still million children in this world who don’t even eat because they can’t.  Then i remembered about my tought before about buying those things i wanted. Don’t i feel enough about everthing i had??

another time i saw the models in magz too and hoping i have a tall and slim body. If i had a straight hair and if i  were tall enough. Then i saw oprah show and thought, isn’t that enough to have this body?? i have two hands, two foot, two ears,two eyes, and they all function well while others not even don’t have complete hands or foot or else.

Then i heard my friend’s family trip and hoping if my family could go abroad and have a holiday like her. But then, isn’t that enough to have a complete family such as mom,dad,sisters,gradpas, grandmas, cousins,  while others maybe not. and some even maybe in the bad condition. i even can eat three times everyday wthout worrying whether i still could eat the next day. i even can go to campus everyday without having problems to manage that with working to help my family’s need in financial problem. 

 

My mom always said: don’t ever ever compare people who have everything with you. Because although you’re lucky enough  you will never feel enough. if you see someone who is less lucky than you, you will feel that you are blessed and thanking for everything you have.

we all actually have enough. It depends on what side you are seeing. So i think, enough is thought where you  can see from the right side that make you know that you have many things while many people don’t. That’s because you always have enough.

Oct 10
Tugas wawancara Pak Suwiryo
icon1 alfira.fitrananda | icon2 Uncategorized | icon4 10 10th, 2008| icon3No Comments »

st1:{behavior:url(#ieooui) } <!– / Style Definitions / p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –> / Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:”"; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Wawancara Janitor dan Satpam

Kelompok saya, yaitu kelompok empat belas, mendapat tugas mewawancarai Bapak Suwiryo. Pak Suwiryo adalah salah satu janitor yang bertugas dalam bagianyang paling sibuk yang membutuhkan tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi. Bapak Suwiryo pada awalnya dipekerjakan di gedung A dimana ia harus mengurus mengenai antar surat, membantu sekretariat, dan membantu dosen. Akan tetapi sekarang Pak Suwiryo melayani mengenai kemahasiswaan, infocus, absensi, dan tentunya kebarsihan di gevung B lantai tiga dan empat. Hal tersebut membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar karena Pak Suwiryo harus disiplin waktu agar kelas-kelas yang ingin menggunakan infocus dan membutuhkan absensi dapat memulai kelas dengan baik dan tepat waktu.

Bapak Suwiryo lahir di Brebes pada tanggan tiga Juni. Ia sekarang tinggal di Kampung Sawah RT 1 RW 1 nomor 25 Raden Citagen, Bogor. Setiap harinya Pak Suwiryo pulang dan pergi, dari dan menuju Fasilkom dengan menggunakan sepeda motor. Hobi Pak Suworyo adalah bermain sepakbola dan bermain bulutangkis. Karena itulah ia juga sering mrngikuti lomba-lomba, seperti lomba antar karyawan.

Bapak Suwiryo pernah bersekolah di SDN 1 Karangreja,Brebes, Jawa Tengah. Kemudian ia melanjutkan pendidikan dari SMPN 2 Tanjung Brebes, lalu ia melanjutkan ke SMA, namun dikarenakan masalah finansial, yaitu pada saat ia terlambat melakukan pembayaran. Pihak dari sekolah memberikan syarat yaitu mengulang dari kelas dua SMA jika ia ingin melanjutkan pendidikan SMA-nya. Saat itu, ia memilih untuk keluar dan pindah ke SMA persamaan Bojong Gede dan menyelesaikan pendidikan SMA-nya di sana.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya Bapak Suwiryo pernah menjalani berbagai profesi. Awalnya ia bekerja di toko sembako selama satu setengah tahun. Lalu kakek Pak Suwiryo yang bekerja di Pusilkom memberitahu Pak Suwiryo bahwa terdapat lowongan kerja sebagai janitor. Lalu Pak Suwiryo mengirimkan lowongan kerja yang pertama, namun tidak diterima. Pada lowongan kerja yang kedua, setelah tiga tahun barulah lamaran kerja Pak Suwiryo diterima dan ia langsung ditempatkan di fasilkom pada tahun 1995.

Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk pihak fasilkom, Pak Suwiryo kini terdaftar sebagai mahasiswa Bina Sarana Informatika D3 profram studi manajemen informatika. Saat ini ia telah berada di semester tiga. Kira-kira satu tahun yang lalu, Pak Suwiryo sebenarnya ditawarkan pekerjaan berupa proyek dari temannya dan dari alumus fasilkom. Akan tetapi pada saat itu ia memutuskan untuk untuk menyelesaikan pendidikannya dahulu. Jika nanti ia telah lulus, barulah ia akan mempertimbangkan. Jika ke depannya karirnya di fasilkom akan semakin baik, ia kemungkinan akan tetap bekerja di fasilkom sambil mempertimbangkan kemungkinan bekerja sebagai freelance, namun apabila terdapat tawaran yang mungkin lebih baik, ia akan mengambil tawaran tersebut.

Terdapat suka dan duka selama ia bekerja di fasilkom. Sukanya adalah karena menurut Pak Suwiryo, rasa kekeluargaan dan kekerabatannya sangat erat sehingga kehidupan di fasilkom terasa seperti sebuah keluarga. Namun dukanya adalah pada saat lift mati. Adakalanya lift di fasilkom mati dan hal tersebut cukup mengganggu kinerja dari Pak Suwiryo karena ia harus bolak-balik dari satu kelas ke kelas lainnya untuk mempersiapkan kelas sehingga kebutuhannya terpenuhi dan dapat berjalan dengan lancer dan tepat waktu.

Pak Suwiryo berharap bagi fasilkom agar ke depannya fasilkom dapat semakin baik dan semakin maju. Bagi dirinya secara pribadi, ia berharap agar kesejahteraan dirinya meningkat.

hh

Oct 10
Wawancara dengan Pak Suwiryo
icon1 alfira.fitrananda | icon2 Uncategorized | icon4 10 10th, 2008| icon3No Comments »

 

Kelompok saya, yaitu kelompok empat belas, mendapat tugas mewawancarai Bapak Suwiryo. Pak Suwiryo adalah salah satu janitor yang bertugas dalam bagianyang paling sibuk yang membutuhkan tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi. Bapak Suwiryo pada awalnya dipekerjakan di gedung A dimana ia harus mengurus mengenai antar surat, membantu sekretariat, dan membantu dosen. Akan tetapi sekarang Pak Suwiryo melayani mengenai kemahasiswaan, infocus, absensi, dan tentunya kebarsihan di gevung B lantai tiga dan empat. Hal tersebut membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar karena Pak Suwiryo harus disiplin waktu agar kelas-kelas yang ingin menggunakan infocus dan membutuhkan absensi dapat memulai kelas dengan baik dan tepat waktu.

 

Bapak Suwiryo lahir di Brebes pada tanggan tiga Juni. Ia sekarang tinggal di Kampung Sawah RT 1 RW 1 nomor 25 Raden Citagen, Bogor. Setiap harinya Pak Suwiryo pulang dan pergi, dari dan menuju Fasilkom dengan menggunakan sepeda motor. Hobi Pak Suworyo adalah bermain sepakbola dan bermain bulutangkis. Karena itulah ia juga sering mrngikuti lomba-lomba, seperti lomba antar karyawan.

 

Bapak Suwiryo pernah bersekolah di SDN 1 Karangreja,Brebes, Jawa Tengah. Kemudian ia melanjutkan pendidikan dari SMPN 2 Tanjung Brebes, lalu ia melanjutkan ke SMA, namun dikarenakan masalah finansial, yaitu pada saat ia terlambat melakukan pembayaran. Pihak dari sekolah memberikan syarat yaitu mengulang dari kelas dua SMA jika ia ingin melanjutkan pendidikan SMA-nya. Saat itu, ia memilih untuk keluar dan pindah ke SMA persamaan Bojong Gede dan menyelesaikan pendidikan SMA-nya di sana.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya Bapak Suwiryo pernah menjalani berbagai profesi. Awalnya ia bekerja di toko sembako selama satu setengah tahun. Lalu kakek Pak Suwiryo yang bekerja di Pusilkom memberitahu Pak Suwiryo bahwa terdapat lowongan kerja sebagai janitor. Lalu Pak Suwiryo mengirimkan lowongan kerja yang pertama, namun tidak diterima. Pada lowongan kerja yang kedua, setelah tiga tahun barulah lamaran kerja Pak Suwiryo diterima dan  ia langsung ditempatkan di fasilkom pada tahun 1995.

 

Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk pihak fasilkom, Pak Suwiryo kini terdaftar sebagai mahasiswa Bina Sarana Informatika D3 profram studi manajemen informatika. Saat ini ia telah berada di semester tiga. Kira-kira satu tahun yang lalu, Pak Suwiryo sebenarnya ditawarkan pekerjaan berupa proyek dari temannya dan dari alumus fasilkom. Akan tetapi pada saat itu ia memutuskan untuk untuk menyelesaikan pendidikannya dahulu. Jika nanti ia telah lulus, barulah ia akan mempertimbangkan. Jika ke depannya karirnya di fasilkom akan semakin baik, ia kemungkinan akan tetap bekerja di fasilkom sambil mempertimbangkan kemungkinan bekerja sebagai freelance, namun apabila terdapat tawaran yang mungkin lebih baik, ia akan mengambil tawaran tersebut.

Terdapat suka dan duka selama ia bekerja di fasilkom. Sukanya adalah karena menurut Pak Suwiryo, rasa kekeluargaan dan kekerabatannya sangat erat sehingga kehidupan di fasilkom terasa seperti sebuah keluarga. Namun dukanya adalah pada saat lift mati. Adakalanya lift di fasilkom mati dan hal tersebut cukup mengganggu kinerja dari Pak Suwiryo karena ia harus bolak-balik dari satu kelas ke kelas lainnya untuk mempersiapkan kelas sehingga kebutuhannya terpenuhi dan dapat berjalan dengan lancer dan tepat waktu.

Pak Suwiryo berharap bagi fasilkom agar ke depannya fasilkom dapat semakin baik dan semakin maju. Bagi dirinya secara pribadi, ia berharap agar kesejahteraan dirinya meningkat.

Aug 13
nu life, nu campus, UI..
icon1 alfira.fitrananda | icon2 Uncategorized | icon4 08 13th, 2008| icon3No Comments »

syukur Alhamdulillah beut. God loves me. Seneng senang dun. tapi juga a bit nervous krn it’s not the end, but the start to reach all my dreams which means all the joy, happiness, and challenges are waiting for me. hehe =)

Aug 13
Hello world!
icon1 alfira.fitrananda | icon2 Uncategorized | icon4 08 13th, 2008| icon32 Comments »

Welcome to Blog Mahasiswa UI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!