st1:{behavior:url(#ieooui) }
<!– / Style Definitions / p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/ Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Wawancara Janitor dan Satpam
Kelompok saya, yaitu kelompok empat belas, mendapat tugas mewawancarai Bapak Suwiryo. Pak Suwiryo adalah salah satu janitor yang bertugas dalam bagianyang paling sibuk yang membutuhkan tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi. Bapak Suwiryo pada awalnya dipekerjakan di gedung A dimana ia harus mengurus mengenai antar surat, membantu sekretariat, dan membantu dosen. Akan tetapi sekarang Pak Suwiryo melayani mengenai kemahasiswaan, infocus, absensi, dan tentunya kebarsihan di gevung B lantai tiga dan empat. Hal tersebut membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar karena Pak Suwiryo harus disiplin waktu agar kelas-kelas yang ingin menggunakan infocus dan membutuhkan absensi dapat memulai kelas dengan baik dan tepat waktu.
Bapak Suwiryo lahir di Brebes pada tanggan tiga Juni. Ia sekarang tinggal di Kampung Sawah RT 1 RW 1 nomor 25 Raden Citagen, Bogor. Setiap harinya Pak Suwiryo pulang dan pergi, dari dan menuju Fasilkom dengan menggunakan sepeda motor. Hobi Pak Suworyo adalah bermain sepakbola dan bermain bulutangkis. Karena itulah ia juga sering mrngikuti lomba-lomba, seperti lomba antar karyawan.
Bapak Suwiryo pernah bersekolah di SDN 1 Karangreja,Brebes, Jawa Tengah. Kemudian ia melanjutkan pendidikan dari SMPN 2 Tanjung Brebes, lalu ia melanjutkan ke SMA, namun dikarenakan masalah finansial, yaitu pada saat ia terlambat melakukan pembayaran. Pihak dari sekolah memberikan syarat yaitu mengulang dari kelas dua SMA jika ia ingin melanjutkan pendidikan SMA-nya. Saat itu, ia memilih untuk keluar dan pindah ke SMA persamaan Bojong Gede dan menyelesaikan pendidikan SMA-nya di sana.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya Bapak Suwiryo pernah menjalani berbagai profesi. Awalnya ia bekerja di toko sembako selama satu setengah tahun. Lalu kakek Pak Suwiryo yang bekerja di Pusilkom memberitahu Pak Suwiryo bahwa terdapat lowongan kerja sebagai janitor. Lalu Pak Suwiryo mengirimkan lowongan kerja yang pertama, namun tidak diterima. Pada lowongan kerja yang kedua, setelah tiga tahun barulah lamaran kerja Pak Suwiryo diterima dan ia langsung ditempatkan di fasilkom pada tahun 1995.
Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk pihak fasilkom, Pak Suwiryo kini terdaftar sebagai mahasiswa Bina Sarana Informatika D3 profram studi manajemen informatika. Saat ini ia telah berada di semester tiga. Kira-kira satu tahun yang lalu, Pak Suwiryo sebenarnya ditawarkan pekerjaan berupa proyek dari temannya dan dari alumus fasilkom. Akan tetapi pada saat itu ia memutuskan untuk untuk menyelesaikan pendidikannya dahulu. Jika nanti ia telah lulus, barulah ia akan mempertimbangkan. Jika ke depannya karirnya di fasilkom akan semakin baik, ia kemungkinan akan tetap bekerja di fasilkom sambil mempertimbangkan kemungkinan bekerja sebagai freelance, namun apabila terdapat tawaran yang mungkin lebih baik, ia akan mengambil tawaran tersebut.
Terdapat suka dan duka selama ia bekerja di fasilkom. Sukanya adalah karena menurut Pak Suwiryo, rasa kekeluargaan dan kekerabatannya sangat erat sehingga kehidupan di fasilkom terasa seperti sebuah keluarga. Namun dukanya adalah pada saat lift mati. Adakalanya lift di fasilkom mati dan hal tersebut cukup mengganggu kinerja dari Pak Suwiryo karena ia harus bolak-balik dari satu kelas ke kelas lainnya untuk mempersiapkan kelas sehingga kebutuhannya terpenuhi dan dapat berjalan dengan lancer dan tepat waktu.
Pak Suwiryo berharap bagi fasilkom agar ke depannya fasilkom dapat semakin baik dan semakin maju. Bagi dirinya secara pribadi, ia berharap agar kesejahteraan dirinya meningkat.
