
tugas mabim yg ini agak merepotkan nih
hehehe
Selasa, 23 September 2008 (pkl 4-5 sore WIB)
Saat ini, Pak Lim Yohanes Stefanus, kerap disapa Pak Stef, mengajar dasar-dasar pemrograman di kelas A untuk mahasiswa Fasilkom angkatan 2008 semester gasal. Saat ini beliau tinggal di Cimanggis, Depok.
Dulu Pak Stef tidak mengemban pendidikan tingkat TK, tapi langsung masuk SD di Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah menyelesaikan tingkat SD, beliau melanjutkan pendidikan SMP nya di Kendawangan, Kalimantan Barat. Setelah lulus, beliau kembali ke Pontianak untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA.
Tidak seperti yang kami duga, Pak Stef tidak mendapat gelar S1 dari jurusan ilmu komputer. Beliau justru mendapatkan gelar S.Si dari jurusan Fisika di ITB, Bandung. Setelah lulus, beliau melanjutkan studi S2 nya di Kanada pada tahun 1986. Saat itu Pak Stef sudah menjadi staf Fasilkom (beliau bergabung pada tahun 1985). Beliau langsung melanjutkan S3 di Kanada. Itu pun hanya selama 2 tahun, lalu beliau pindah ke Amerika Serikat dan melanjutkan S3 nya di sana.

Pada tahun 1992, Pak Stef kembali ke Indonesia dan langsung mengajar di Fasilkom UI. Tahun pertama, beliau mengajar Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Tahun berikutnya, beliau mengajar konsep pemrograman (KP)-saat ini dikenal dengan sebutan dasar-dasar pemrograman. Saat itu, bahasa pemrograman yang diajarkan adalah Pascal. Selain itu, beliau juga pernah mengajar mata kuliah lainnya seperti aljabar linier, matematika diskret, kriptografi, struktur data, teknik kompilator, dan lain-lain. Tahun lalu, beliau sempat mengajar DDP untuk prodi sistem informasi (SI), computer graphics untuk S2, dan cryptography and information security (CIS). Dulu beliau juga mengajar salah satu dosen kita, Pak Ruli.
Berawal dari tawaran kerja oleh dosen ITB, beliau bergabung dengan Pusilkom karena tertarik dengan jurusan baru yang akan dibuka (baca: Fasilkom). Setelah kembali dari AS, beliau kembali mengajar di UI sebagai bentuk kontrak kerja dengan pihak UI. Karena beliau kuliah di luar negeri selama 6 tahun, maka kontrak kerjanya menjadi 12 tahun. Walaupun saat ini masa kontrak kerjanya sudah habis, beliau tetap tidak ingin pindah dari Fasilkom UI karena sudah merasa nyaman di sini.
Karena lamanya masa Pak Stef bekerja di Fasilkom, beliau sudah hampir merasakan semua suka dan duka sebagai pengajar di Fasilkom. Beliau merasa senang bila anak didiknya lulus dan sukses dalam kehidupan nyata. Terkadang beliau bertemu dengan alumni di luar negeri, dan mendengar kabar keberhasilan mereka, beliau merasa bangga sekali. Namun, selain kesenangan, ada juga kesedihan. Beliau merasa sedih saat ada mahasiswa yang putus kuliah, entah ketidakmampuan akademis atau masalah keluarga. Karena pernah menjadi pembimbing akademis (PA), hal-hal tersebut sering menjadi beban pikiran beliau.
Pak Stef mengakui mahasiswa baru 2008 belum memiliki kesan khusus, sama seperti angkatan sebelumnya. Beliau berpesan agar kami belajar dengan sungguh-sungguh. Jangan malu bertanya jika sedang menghadapi kesulitan belajar. Bertanya tidak harus ke dosen, bisa saja ke mahasiswa lain atau senior. Jika menghadapi masalah, jangan dipendam sendiri. Carilah bantuan, misalnya konsultasi, curhat, dll. Hal yang paling penting adalah mahasiswa harus pandai mengatur waktu. Sekedar tips saja, beliau menambahkan bahwa modal utama kita sebagai mahasiswa Fasilkom adalah bahasa Inggris karena sebagian besar buku yang dipelajari menggunakan bahasa Inggris. Semua masukan Pak Stef memang benar adanya. Sebagai mahasiswa, kita harus sadar bahwa kitalah yang ingin menuntut ilmu, jadi kita harus mempunyai inisiatif dalam belajar, agar kelak kita bisa berhasil.
dah kan
daaaaaagggghhhhh :p
pipis, love & respect