Perpustakaan dan Manusia

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

 

Perpustakaan dan Manusia

oleh: Ahmad-Yunus

Perpustakaan sebagai rangkaian sejarah masa lalu merupakan hasil budaya umat manusia yang sangat tinggi. Dengan perpustakaan harta dari masa lalu dalam wujud karya sastra, buah pikiran, filsafat, teknologi, persitiwa – peristiwa besar sejarah umat manusia dan ilmu pengetahuan lainnya dapat dipelajari, dihayati, dan diungkapkan kembali pada masa sekarang. Melalui sumber bacaan dan ilmu pengetahuan di perpustakaan kita tinggal meneruskan dan mengembangkannya.

Perpustakaan juga merupakan akar berpijak sekarang untuk kemudian melangkah ke masa depan. Dalam kehidupan yang serba cepat ini, semua orang membutuhkan informasi sebagai hal yang sangat hakiki. Tanpa informasi, atau seandainya kita ketinggalan informasi, dapat menyebabkan masyarakat jadi tersisih dan terbelakang. Di sinilah peran perpustakaan yang sangat besar. Perpustakaan menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis – habisnya untuk digali, ditimba dan dikembangkan. Melalui perpustakaan kita dapat saling tukar – menukar informasi, saling menambah dan memperkaya, saling menguji, dan saling memperoleh nilai tambah untuk perkebangan zaman.

Perpustakaan atau library didefinisikan sebagai: tempat buku-buku yang diatur untuk dibaca dan dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan ( The Oxford English Dictionary). Istilah perpustakaan juga diartikan sebagai: pusat media, pusat belajar, sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan (The American Library Association).

Dalam undang – undang perpustakaan No. 43 tahun 2007, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Hakikat perpustakaan dari definisi tersebut merupakan satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional (Rohanda)

Perpustakaan masyarakat adalah bahwa keberadaan sebuah perpustakaan di dalam masyarakat atas kehendak, keinginan, dan sepenuhnya dipergunakan untuk membantu kebutuhan dan kehidupan mereka sehari – hari.

Setiap orang di perpustakaan dapat mengembangkan dirinya dengan semangat belajar secara terus – menerus tanpa terikat dengan pendidikan formal. Manfaat yang penting adalah memperoleh kesenangan, rekreasi dan kepuasan batin yang tak ditemukan di tempat yang lain. (Ibrahim Bafadal:1992)

Karena pada hakikatnya perpustakaan dibangun adalah untuk melayani masyarakat, terutama dibidang informasi, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Sedangkan masyarakat membutuhkan layanan tersebut dapat pergi ke perpustakaan dan memanfaatkan perpustakaan dan berbagai fasilitas yang tersedia.

Perpustakaan akan ada artinya jika dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sebaliknya masyarakat akan memakai perpustakaan manakali dilayani dengan baik dan memperoleh nilai tambah sebagaimana yang mereka inginkan. Jadi antara perpustakaan dan masyarakat harus ada kerja sama yang harmonis, karena keduanya memang saling membutuhkan. (Sutarno NS, 2003)

Secara singkat dapat dikatakan bahwa perpustakaan menjadi rantai sejarah bagi mas alalu, pijakan bagi kehidupan masa sekarang, dan pembimbing untuk melangkah ke masa depan. (Membina Perpustakaan Sekolah:1987).

 

 

Universitas Indonesia

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH


Oleh Drs. Rohanda, Msi

Disampaikan dalama rangka seminar sehari Ikatan Pustakawan Indonesia
Pustakawan dan Guru

Tanggal  16 September 2000

 

 

I.                    Pendahuluan

 

Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain.

Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.

Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?

Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan seperti di bawah ini :

·        Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.

·        Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.

·        Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

·        Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan “.

·        Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

 

Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.

 

Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.

 

II.                 FUNGSI PERPUSTAKAAN

 

Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing ,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masing-masing jenis perpustakaan.

Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.

 

Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3 ,menyelenggarakan fungsi :

a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.

b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri

c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah

d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri

e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka

f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional

g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.

h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah

j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden

 

1.      Fungsi Perpustakaan Daerah

 

Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :

a.       mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.

b.      melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah

c.       melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka

d.      melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka

e.       melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah

f.        melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak dan direktori

g.       melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)

h.       melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah

i.         melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah

j.        melaksanakan urusan ketatausahaan

 

2.      Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling

 

Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :

a.       menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi

b.      memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi

c.       mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat

 

Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.

 

3.      Fungsi Perpustakaan Sekolah

 

Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :

a.       Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah

b.       Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.

c.       Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)

Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.

 

 

III.               ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

 

1.      Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen

 

Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa  jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan  Daerah (eselon II) dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).

Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:

1.      Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)

2.      Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)

3.      Unsur pelaksana yang terdiri atas:

a)      Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka

b)      Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)

c)      Petugas penyuluhan/pemasyarakatan

d)      Petugas penelitian dan pengembangan

 

Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning, Organization,Actuating dan Controlling)

Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).

 

2.      Aspek Ketenagaan

 

Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan  koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta

 

 

IV.PENUTUP

 

Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.

Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993

MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997

———————————-. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993

SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993

 

 

Universitas Indonesia

Profesional TI

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

Profesional Teknologi Informasi

Oleh: Ahmad-Yunus

 

Ada banyak bidang pekerjaan yang bsia diisi oleh orang – orang yang memiliki qualifikasi dibidang TI, yang penulis sebut sebagai professional TI. Dibawah ini adlah contoh – contoh dari professional TI

 

1. Direktur Informasi (Chief Information Officer)

·           Adalah tingat tertinggi manajer Sistem Iformasi.

·           Bertanggung jawab atas perencanaan strategis dalam  perusahaan

·           Bertanggung jawab mengelola semua sistim di seluruh perusahaan dan operasi rutin semua jaringan.

2. Manajer pusat informasi

Mengelola layanan system informasi, contohnya sebagai help desk, hot line, pelatihan, dan konsultasi.

3. Manajer pengembangan aplikasi

Mengkordinir dan mengelola berbagai proyek pengembangan system baru.

4. Manajer proyek

Mengelola pengembangan system tertentu

5. Manajer system

Mengelola system tertentu yang ada

6. Manajer operasional

Mangawasi operasi rutin pusat data dan atau computer

7. Manajer pemrograman

Mengkordinasikan semua usaha pemrograman aplikasi

8. Analis system

·           Perantara pengguna dan pemrogram

·           Menentukan kebutuhan informasi dan spesifikasi teknis untuk aplikasi baru

9. Programmer system

Menulis kode computer untuk mengembangkan aplikasi baru atau memelihari aplikasi yang ada

10. Manajer teknologi baru

Memprediksi tren teknologi dan mengevaluasi serta mencoba teknologi baru

11. Manajer jaringan

Mengoordinasi dan mengelola jaringan data serta audio perusahaan

12. Administrator basis data

Mengelola basis data perusahaan dan penggunaan peranti lunak manajemen basis data

13. Manajer audit dan keamanan computer

Mengelola penggunaan system informasi secara etis dan legal

14. Webmaster

Mengelola situs world wide web perusahaan

15. Desainer web

Membuat situs dan halaman  world wide web

Universitas Indonesia

Komputer: pengenalan awal teknologi pengolah data

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah  sistem komputer  di kasir supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan   dan   komunikasi,   jaringan   komputer   dan  internet  yang

menghubungkan berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar, yaitu:

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik:  yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Universitas Indonesia