Buku Digital yang masih Asing

June 9th, 2009 by ahmad.yunus

Ahmad-Yunus

Berita mengenai kurang dimanfaatkannya buku digital secara maksimal oleh para guru untuk menunjang pembelajaran, seperti yang diberitakan kompas edisi 6 Mei 2009 menarik untuk dicermati.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa Depdiknas telah membeli hak cipta buku pelajaran untuk kemudian dikonversi menjadi buku digital. Proyek buku digital sendiri dimulai pada tahun ajaran 2008. Tujuan buku digital sendiri adalah untuk penyediaan buku murah di indonesia dan percepatan mutu pendidikan.

Akan tetapi proyek ini juga tak sepi dari kendala dalam realisasinya. Seperti yang diberitakan oleh kompas (6/5) bahwa para guru masih lebih suka memakai buku teks pelajaran karena lebih praktis dan sesuai kebutuhan. Belum lagi jumlah buku teks yang tersedia di Buku Sekolah Elektronik Depdiknas (bse.depdiknas.go.id) masih terbatas dan belum mencukupi kebutuhan pembelajaran di sekolah, semisal buku – buku siwa SMK bidang pekerjaan sosial yang masih sedikit. Di daerah terpencil jauh lebih tragis, buku digital masih menjadi barang yang asing dan banyak guru yang tidak mengetahui tentang buku digital.

Buku Konvensional

Inilah bentuk buku yang biasa kita kenal. Buku yang tercetak dan memakai kertas sebagai bahan bakunya. Buku jenis ini memiliki kelebihan seperti bentuknya yang portabel sehingga dapat dibawa kemana – mana. Buku jenis ini juga bisa ditulisi semisal ingin memberikan catatan tambahan. Berbeda dengan buku digital, buku konvensional tidak membutuhkan pengetahuan dan keahlian tambahan serta alat bantu untuk mengakses dan menggunakannya. Kelebihan inilah yang menjadi alasan guru lebih menyukai buku teks pelajaran ketimbang buku digital. Akan tetapi biaya cetak buku ini mahal sehingga harganya pun relatif mahal.

Buku Digital

Adalah bentuk elektronik atau digital dari buku yang biasanya ada dalam bentuk kertas. Untuk masalah isi sendiri tidak jauh berbeda dengan buku konvensional, sama – sama berisis teks dan gambar. Namun, buku digital ini direkam secara elektronik dan disimpan sebagai data dalam komputer.

Kelebihan buku digital adalah dapat memuat banyak informasi dibandingkan buku konvensional. Buku digital juga mudah dalam menyimpan data, bisa disimpan dalam bentuk cakram atau alat penyimpan lainnya. Selain itu, buku digital mudah untuk diduplikasi serta mudah untuk disebarkan.

Akan tetapi buku digital juga memiliki kekurangan. Sebagai buku elektronik, buku digital membutuhkan alat bantu semisal komputer yang harganya lumayan serta pengetahuan dan keahlian tambahan untuk mengakses dan menggunakannya. Membaca buku digital lewat komputer sudah pasti membuat mata lelah, maka PDA (Personal Data Adapter) bisa membatu. Bentuk PDA yang kecil dan ringan memudahkan orang untuk membawanya kemanapun. Huruf di dalam PDA juga bisa diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan. Sayangnya harga PDA masih mahal, sehingga hanya mampu dimiliki kalangan tertentu.

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai solusi

Buku digital yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2008 bertujuan untuk penyediaan buku murah di indonesia dan percepatan serta pemerataan mutu pendidikan. Memang masih belum sesuai harapan. Akan tetapi proyek ini adalah sebuah inovasi yang visioner guna memajukan dunia pendidikan kita. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan oleh depdiknas sebagai solusi adalah:

Pertama. Penulis menyoroti sosialisasi yang telah dilakukan Depdiknas terkait proyek buku digital. Sosialisai yang telah dilakukan kurang memuaskan. Karena masih banyak guru di daerah terpencil yang masih asing dengan buku digital, bahkan tidak tahu sama sekali. Karena itu perlu sosialisasi yang lebih masif lagi baik melalui media online maupun offline. Jika diperlukan juga membuat buku katalog dan buku panduan tentang buku digital.

Kedua. Masih banyak guru yang tidak bisa menggunakan komputer, apalagi internet. Sedangkan untuk mengakses dan menggunakan buku digital diperlukan pengetahuan dan keahlian tambahan. Melihat kondisi ini perlu adanya pelatihan komputer untuk para guru. Dengan pelatihan seperti itu diharapkan para guru bisa menggunakan komputer dan bisa mengakses serta menggunakan buku digital untuk menunjang proses belajar.

Ketiga. Buku digital adalah jenis buku yang terbacakan mesin. Untuk itu perlu juga dipikirkan pengadaan alat pembacanya, misal komputer dengan perangkat lunaknya.

Keempat. Perpustakaan sekolah juga dapat diberdayakan untuk penggunaan buku digital. Perpustakaan bisa berperan aktif dengan menyediakan komputer yang sudah berisi program dan buku digital, sehingga ketika guru atau murid ingin mengakses dan menggunakan buku digital bisa terlayani. Pustakawan juga bisa berperan sebagai pemandu ketika pengguna perpustakaan tidak tahu bagaimana cara mengakses dan menggunakan buku digital yang telah disediakan oleh mereka. Selain itu juga, perpustakaan bisa menduplikasi buku digital dalam bentuk lain, semisal cakram untuk dipinjamkan atau dikopi isinya oleh si pengguna.

Buku digital memang tidak akan dapat menggantikan secara total peran buku dan perpustakaan konvensional dikarenakan kelebihan dan kelemahan yang ada. Namun buku digital dapat melengkapi buku dan perpustakaan nasional. Inavoasi yang dilakukan Depdiknas dengan menyediakan buku digital yang bisa diunduh secara gratis adalah sebuah terobosan penting untuk memajukan dunia pendidikan kita. Perlu adanya evaluasi menyeluruh mengenai proyek buku digital ini agar kedepan langkah yang diambil oleh pemerintah bisa lebih tepat sasaran.

Universitas Indonesia
Universitas Indonesia

Literasi Informasi (catatan kecil)

May 29th, 2009 by ahmad.yunus

  1. Definisi Literasi Informasi

Literasi informasi sering disebut juga dengan keberaksaraan infromasi atau kemelekan informasi. Dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi, literasi infromasi sering dikaitkan dengan kemampuan mengakses dan memanfaatkan secara benar informasi yang tersedia.

Pengertian literasi informasi yang sering dikutip adalah penegrtian literasi informasi dari American Library Association (ALA) :

information literacy is a set of abilities requiring individuals to “recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effective needed information”.

Artinya, literasi informasi diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi informasi yang dibutuhkannya, mengakses dan menemukan informasi, mengevaluasi informasi, dan menggunakan informasi seara efektif dan etis. (dalam Naibaho, 2007: 7-8)

  1. Pemberdayaan Masyarakat

Dapat dikatakan bahwa program literasi informasi sebenarnya adalah program pemberdayaan masyarakat. menurut Pendit (2008:119) kemampuan – kemampuan masyarakat pengguna yang ingin diberdayakan adalah:

1. Menetapkan hakikat tentang rentang informasi yang dibutuhkan

2. Mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien

3. Mengevaluasi informasi dan sumbernya secara kritis

4. Menggunakan informasi untuk keperluan tertentu

  1. Information Literet

Zurkowski, orang pertama yang menggunakan konsep literasi informasi menyatakan bahwa orang yang terlatih untuk menggunakan sumber-sumber informasi dalam menyelesaikan tugas mereka disebut orang yang melek informasi (information literate). Mereka telah mempelajari teknik dan kemampuan menggunakan alat-alat dan sumber utama informasi dalam pemecahan masalah mereka (Behrens dalam Naibaho, 2007 : 6).

Konsep ini didukung oleh Burchinal dengan mengatakan : “Untuk menjadi orang yang melek informasi, dibutuhkan serangkaian keahlian, antara lain bagaimana cara mencari dan menggunakan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara efektif dan efisien (Burchinal dalam Naibaho, 2007 : 6).

Universitas Indonesia

Perpustakaan dan Manusia

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

 

Perpustakaan dan Manusia

oleh: Ahmad-Yunus

Perpustakaan sebagai rangkaian sejarah masa lalu merupakan hasil budaya umat manusia yang sangat tinggi. Dengan perpustakaan harta dari masa lalu dalam wujud karya sastra, buah pikiran, filsafat, teknologi, persitiwa – peristiwa besar sejarah umat manusia dan ilmu pengetahuan lainnya dapat dipelajari, dihayati, dan diungkapkan kembali pada masa sekarang. Melalui sumber bacaan dan ilmu pengetahuan di perpustakaan kita tinggal meneruskan dan mengembangkannya.

Perpustakaan juga merupakan akar berpijak sekarang untuk kemudian melangkah ke masa depan. Dalam kehidupan yang serba cepat ini, semua orang membutuhkan informasi sebagai hal yang sangat hakiki. Tanpa informasi, atau seandainya kita ketinggalan informasi, dapat menyebabkan masyarakat jadi tersisih dan terbelakang. Di sinilah peran perpustakaan yang sangat besar. Perpustakaan menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis – habisnya untuk digali, ditimba dan dikembangkan. Melalui perpustakaan kita dapat saling tukar – menukar informasi, saling menambah dan memperkaya, saling menguji, dan saling memperoleh nilai tambah untuk perkebangan zaman.

Perpustakaan atau library didefinisikan sebagai: tempat buku-buku yang diatur untuk dibaca dan dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan ( The Oxford English Dictionary). Istilah perpustakaan juga diartikan sebagai: pusat media, pusat belajar, sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan (The American Library Association).

Dalam undang – undang perpustakaan No. 43 tahun 2007, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Hakikat perpustakaan dari definisi tersebut merupakan satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional (Rohanda)

Perpustakaan masyarakat adalah bahwa keberadaan sebuah perpustakaan di dalam masyarakat atas kehendak, keinginan, dan sepenuhnya dipergunakan untuk membantu kebutuhan dan kehidupan mereka sehari – hari.

Setiap orang di perpustakaan dapat mengembangkan dirinya dengan semangat belajar secara terus – menerus tanpa terikat dengan pendidikan formal. Manfaat yang penting adalah memperoleh kesenangan, rekreasi dan kepuasan batin yang tak ditemukan di tempat yang lain. (Ibrahim Bafadal:1992)

Karena pada hakikatnya perpustakaan dibangun adalah untuk melayani masyarakat, terutama dibidang informasi, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Sedangkan masyarakat membutuhkan layanan tersebut dapat pergi ke perpustakaan dan memanfaatkan perpustakaan dan berbagai fasilitas yang tersedia.

Perpustakaan akan ada artinya jika dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sebaliknya masyarakat akan memakai perpustakaan manakali dilayani dengan baik dan memperoleh nilai tambah sebagaimana yang mereka inginkan. Jadi antara perpustakaan dan masyarakat harus ada kerja sama yang harmonis, karena keduanya memang saling membutuhkan. (Sutarno NS, 2003)

Secara singkat dapat dikatakan bahwa perpustakaan menjadi rantai sejarah bagi mas alalu, pijakan bagi kehidupan masa sekarang, dan pembimbing untuk melangkah ke masa depan. (Membina Perpustakaan Sekolah:1987).

 

 

Universitas Indonesia

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH


Oleh Drs. Rohanda, Msi

Disampaikan dalama rangka seminar sehari Ikatan Pustakawan Indonesia
Pustakawan dan Guru

Tanggal  16 September 2000

 

 

I.                    Pendahuluan

 

Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain.

Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.

Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?

Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan seperti di bawah ini :

·        Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.

·        Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.

·        Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

·        Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan “.

·        Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

 

Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.

 

Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.

 

II.                 FUNGSI PERPUSTAKAAN

 

Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing ,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masing-masing jenis perpustakaan.

Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.

 

Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3 ,menyelenggarakan fungsi :

a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.

b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri

c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah

d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri

e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka

f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional

g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.

h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah

j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden

 

1.      Fungsi Perpustakaan Daerah

 

Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :

a.       mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.

b.      melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah

c.       melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka

d.      melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka

e.       melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah

f.        melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak dan direktori

g.       melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)

h.       melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah

i.         melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah

j.        melaksanakan urusan ketatausahaan

 

2.      Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling

 

Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :

a.       menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi

b.      memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi

c.       mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat

 

Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.

 

3.      Fungsi Perpustakaan Sekolah

 

Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :

a.       Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah

b.       Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.

c.       Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)

Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.

 

 

III.               ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

 

1.      Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen

 

Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa  jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan  Daerah (eselon II) dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).

Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:

1.      Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)

2.      Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)

3.      Unsur pelaksana yang terdiri atas:

a)      Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka

b)      Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)

c)      Petugas penyuluhan/pemasyarakatan

d)      Petugas penelitian dan pengembangan

 

Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning, Organization,Actuating dan Controlling)

Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).

 

2.      Aspek Ketenagaan

 

Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan  koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta

 

 

IV.PENUTUP

 

Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.

Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993

MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997

———————————-. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993

SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993

 

 

Universitas Indonesia

Profesional TI

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

Profesional Teknologi Informasi

Oleh: Ahmad-Yunus

 

Ada banyak bidang pekerjaan yang bsia diisi oleh orang – orang yang memiliki qualifikasi dibidang TI, yang penulis sebut sebagai professional TI. Dibawah ini adlah contoh – contoh dari professional TI

 

1. Direktur Informasi (Chief Information Officer)

·           Adalah tingat tertinggi manajer Sistem Iformasi.

·           Bertanggung jawab atas perencanaan strategis dalam  perusahaan

·           Bertanggung jawab mengelola semua sistim di seluruh perusahaan dan operasi rutin semua jaringan.

2. Manajer pusat informasi

Mengelola layanan system informasi, contohnya sebagai help desk, hot line, pelatihan, dan konsultasi.

3. Manajer pengembangan aplikasi

Mengkordinir dan mengelola berbagai proyek pengembangan system baru.

4. Manajer proyek

Mengelola pengembangan system tertentu

5. Manajer system

Mengelola system tertentu yang ada

6. Manajer operasional

Mangawasi operasi rutin pusat data dan atau computer

7. Manajer pemrograman

Mengkordinasikan semua usaha pemrograman aplikasi

8. Analis system

·           Perantara pengguna dan pemrogram

·           Menentukan kebutuhan informasi dan spesifikasi teknis untuk aplikasi baru

9. Programmer system

Menulis kode computer untuk mengembangkan aplikasi baru atau memelihari aplikasi yang ada

10. Manajer teknologi baru

Memprediksi tren teknologi dan mengevaluasi serta mencoba teknologi baru

11. Manajer jaringan

Mengoordinasi dan mengelola jaringan data serta audio perusahaan

12. Administrator basis data

Mengelola basis data perusahaan dan penggunaan peranti lunak manajemen basis data

13. Manajer audit dan keamanan computer

Mengelola penggunaan system informasi secara etis dan legal

14. Webmaster

Mengelola situs world wide web perusahaan

15. Desainer web

Membuat situs dan halaman  world wide web

Universitas Indonesia

Komputer: pengenalan awal teknologi pengolah data

March 20th, 2009 by ahmad.yunus

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah  sistem komputer  di kasir supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan   dan   komunikasi,   jaringan   komputer   dan  internet  yang

menghubungkan berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar, yaitu:

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik:  yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Universitas Indonesia

Mawar Telah Gugur

August 22nd, 2008 by ahmad.yunus

Sebenarnya aku kesal melihat Mang Ucin. Sudah tiga bulan ini ia terus menggodaku, setiap kali bertemu dengannya, ia selalu menanyakan rencanaku selepas lulus SMA.
Rencana setelah lulus SMA. Itu yang tak pernah bisa aku bayangkan. Terlalu abstrak untuk direncanakan. Karena aku sendiri tidak tahu apa yang akan aku lakukan setelah lulus dari masa SMA.
Kuliah. Aku tak pernah punya pikiran untuk memikirkannya. Aku tak punya uang untuk biayanya yang selangit itu. Sedangkan kerja, aku tak tahu harus kerja apa. Masak harus jadi petani seperti orang tuaku. Emak pasti kecewa karena aku berpendidikan lebih tinggi darinya. Emak pasti tidak mau kalau akau jadi petani. Seperti kata Emak, “Biar Emak saja yang jadi petani. Kau harus sekolah biar pintar supaya dapat kerjaan. Supaya hidupmu tidak susah kayak Emak.”
Aku bingung. Memang ada orang yang menawarkan kerjaan padaku. Yaitu, Mang Ucin. Hanya saja, ia menawarkan supaya aku jadi TKI. Nah, disinilah masalahnya. Kalau aku jadi TKI, berarti aku harus meninggalkan Emak sendirian di kampung ini. Itu yang berat bagiku. Jujur saja aku tak sanggup membayangkan Emak yang mulai senja harus aku tinggalkan sendirian.
Kalau bisa aku ingin kerja di daerahku saja. Tapi mungkin itu hanya sebuah impian saja. Banyak orang – orang kampungku yang bekerja sebagai TKI karena sedikitnya lapangan kerja yang tersedia di sini.
Aku jadi pusing memikirkannya.
***
Hari ini hari kelulusanku. Aku bahagia dinyatakan lulus dari SMA. Tapi aku tidak bahagia amat sih. Karena ada tiga temanku yang dinyatakan tidak lulus.
Aku ingin cepat pulang ke rumah. Aku ingin menunjukkan pada Emak kalau anaknya telah lulus SMA. Aku ingin membahagiakannya dengan kelulusan ini. Kalau hasil belajarku tidak sia – sia begitu juga dengan pengorbanan Emak mencarikan uang untuk biaya sekolahku.
Kaget juga aku ketika sampai di depan rumah. Aku melihat Mang Ucin keluar dari rumahku. ‘Makelar’ TKI yang satu ini benar – benar tak pernah putus asa untuk membujuk agar aku mau jadi TKI. Sepertinya ia baru saja membujuk Emakku.
Setelah mengulurkan salam, aku masuk ke rumah dan mencium tangan Emak. Aku menceritakan pada Emak kalau aku telah lulus dari SMA. Emak kelihatan senang sekali mendengar ceritaku. Tapi, suasana jadi lain ketika Emak bertanya padaku.
“Mawar, kamu sudah memikirkan untuk kerja di mana?”
“Belum Mak.” Jawabku polos.
“Tadi Mang Ucin kemari. Dia menawarkan kerjaan buat kamu .”
“Jadi TKI?” Potongku
“Iya. Dia bilang ada kerjaan yang cocok buatmu di Malaysia.”
“Kerjaan apa Mak?”
“Entahlah. Mak susah untuk menyebutnya. Tapi kerjanya di café. Gajinya besar. Kamu mau enggak?” Tanya Emak yang membuatku bingung untuk menjawabnya.
“Ee..Gimana yah. Sebenarnya Mawar mau aja kerja di sana. Tapi, kalau jadi TKI di Malaysia Mawar takut.”
“Takut kenapa?”
“Mawar takut ninggalin Emak sendirian di sini. Emak pasti kesepian kalau Mawar enggak ada di sini.”
Emak tersenyum haru. Ia menatap wajahku lekat. “Mawar enggak usah takut. Emak bisa hidup sendiri di sini. Emak bisa jaga diri emak. Bisa cari duit sendiri. Pokoknya kamu enggak usah khawatirin emak.”
Aku diam kehilangan kata.
“Kamu di sana kerja yang rajin. Cari duit sebanyaknya. Kau tabungkan semua uang itu. Enggak usah kirim duit ke sini buat emak. Itu untuk kamu semua. Untuk bekal usahamu nanti kalau kau sudah pulang dari Malaysia.” Lanjut Emak.
Aku tergugu mendengar kata – kata emak. Wanita yang hatinya terbuat dari seribu kuntum bunga di musim semi itu membuatku haru. Aku ingin menangis namun air mataku tak sanggup untuk keluar. Hanya hatiku yang basah.
***
Emak melepas kepergianku dengan haru. Aku ingin menemaninya tapi aku harus pergi. Mobil yang membawaku berjalan meninggalkan emak. Meninggalkan kampung halamanku. Kemudian sampai di pelabuhan Tanjung Priok.
Di Malaysia, aku diasramakan di sebuah rumah. Di sana juga ada sekitar lima belas orang sepertiku. Rencananya malam ini aku sudah mulai kerja. Majikanku bilang kalau kami akan bekerja sebagai pelayan bar. Bukan café seperti yang dikatakan Mang Ucin.
Aku kaget ketika majikanku memberikan pakaian kerjaku. Pakaian yang menurutku kemasannya sangat jelek sekali, terbuka di sana – sini. Bajunya ketat dengan rok diatas paha, sangat mini.  Aku jadi bingung sebenarnya pekerjaanku apa di sini.
Setelah berdandan, majikanku menyuruhku dan beberapa wanita lainnya masuk dalam mobil. Di dalam mobil majikanku bilang kalau kerjaan kami adalah melayani pengunjung bar.
Sampai di sana aku baru tahu maksud melayani pengunjung bar adalah melayani para lelaki hidung belang yang mengunjungi bar itu. Pekerjaanku di sana ternyata adalah menjadi wanita penghibur yang lebih tepat disebut pekerja seks komersial. Pelacur.
Aku mengadukan ini pada majikanku. Majikanku malah menyiksa dan mengancam akan membunuhku bila buka mulut. Aku jadi semakin tak berdaya selain pasrah menerima kenyataan buruk ini.
Di sana aku mulai kenal dengan Dian. Dian adalah teman satu kamarku. Dia berasal dari Sumedang. Dia sudah dua tahun kerja di sini. Dari dia aku tahu kalau kami adalah korban human trafficking. Korban penjualan manusia.
Kami adalah korban penjualan manusia dari sindikat internasional. Aku baru tahu kalau modus yang mereka gunakan adalah membujuk gadis – gadis desa untuk menjadi TKI dengan iming – iming gaji yang besar. Setelah terbujuk kemudian mereka dijual kepada para mucikari yang ada di Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kebanyakkan korbannya adalah gadis desa yang masih berumur belia. Termasuk aku korbannya.
Dan naasnya bagiku. Aku jadi primadona di bar itu. Aku dipaksa melayani para lelaki hidung belang yang menjadi pelangganku.
Memang uangnya banyak. Tapi, bau daging busuk para penzina itu telah menjalar ke tubuhku. Aku tak ubahnya jadi manusia yang paling ternoda. Tak punya harga diri dan martabat. Apa yang harus aku katakan pada emak, kalau ia bertanya tentang pekerjaanku di sini?
***
Dari waktu ke waktu pekangganku semakin banyak. Aku semakin terkenal sebagai primadona. Sejalan dengan itu aku semakin hampa. Diriku semakin tak bernilai. Aku jadi semakin tak berguna hidup di dunia ini.
Sampai pada suatu malam. Aku mendapatkan seorang pelanggan baru. Yang memintaku datAng ke sebuah hotel. Tadinya aku menganggap dia sama seperti lelaki lain yang hanya ingin menghisap maduku saja. Ternyata ia berbeda. Ia bukan ingin menjajah tubuhku. Tapi dia ingin membebaskanku dan teman – temanku yang menjadi korban human trafficking.
Tadinya aku ragu akan niatnya. Kemudian dia menunjukkan identitasnya. Ternyata dia seorang wartawan yang sedang melakukan investigasi tentang maraknya human trafficking. Dia menjadikan aku sebagai sumber informasinya dengan tetap merahasiakan jati diriku.
Berkat dia aku terbebas dari jeratan lingkaran setan. Berkat ia juga teman – temanku yang terjerat lingkaran setan jaringan itu terbebas dari lembah pelacuran. Hasil investigasinya berhasil menguak tabir kejahatan sindikat human trafficking. Jaringan penjual manusia itu akhirnya dibekuk oleh polisi. Banyak dari mereka yang dimasukkan ke dalam penjara. Termasuk mucikari tempatku melacur dulu.
Setelah terbebas, aku ingin langsung pulang ke Indonesia. Pulang untuk menumpahkan kerinduanku pada emak. Tapi, wartawan yang telah menolongku itu menyarankan agar aku periksa darah. Entah apa maunya? Tapi aku menyetujui usulan itu.
***
Langit Kuala Lumpur berawan redup. Dedaunan menari tertiup angin. Aku lesu melihat itu semua. Apa yang harus aku katakan pada emak tentang keadaanku. Aku tak sanggup melihat wajah emak, jikalau wanita yang hatinya terbuat dari seribu kuntum bunga di musim semi itu mengetahui keadaanku yang sebenarnya.
Aku membaca kembali kertas yang ada digenggaman tanganku. Langit seolah runtuh menghujam tubuhku yang telah remuk tak bernilai. Apa yang harus aku katakan pada emak? Sedangkan surat dokter itu menuliskan vonis yang berat bagiku, aku positif HIV/AIDS■
Pucuk Khatulistiwa, 2004.2007

Universitas Indonesia

Gempabumi? Gimana dong?

August 22nd, 2008 by ahmad.yunus


Gempabumi kembali menggoyang negeri pucuk khatulistiwa, Indonesia . Selain kaya akan alamnya, negeri kita tercinta ini juga kaya akan bencana geologis, salah satunya adalah gempa bumi.
Gempabumi juga bisa mengakibatkan gelombang tsunami lho. Tapi tenang sobat, tidak semua gempabumi mengakibatkan tsunami. Tsunami terjadi jika gempa dengan hiposentrum dangkal kurang dari 33 KM, magnitude berkisar 6 hingga 9 skala richter dan intensitas gempa antara VII hingga IX skala MMI, dan jenis mekanisme adalah patahan naik.
By the way sobat, Kurang lebih 10 % kejadian gempabumi di dunia terjadi di Indonesia , sehingga negeri ini termasuk wilayah rawan gempabumi. Trusssss gimana dong?
Tindakan yang harus dilakukan ketika gempabumi terjadi;
Di rumah
Amankan dari kamu dan keluarga dari bahaya tertimpa benda. Lindungi kepala dengan bantal atau berlindunglah di bawah meja, jangan panic, matikan kompor, dan cepat kelaur rumah.
Di luar rumah
Lindungi kepala kamu, hindari objek berbahaya. Akibat gempabumi, dinding tembok yang hancur bis membentur kepala kamu. Untuk itu segera hindari daerah sekitar gedung.
Di mall dan bioskop
Jika kamu berada di mall atawa bioskop, ikuti petunjuk petugas, karena listrik biasanya mati dan menimbulkan kepanikan.
Di dalam lift dan elevator
Jika kamu kebetulan terjebak dalam lift, tetap tenang, tekan semua tombol, jika pintu terbuka segera keluar.
Di kendaraan
Segera menepi dan hentikan kendaraan. Berhenti, hindari perempatan, ikuti petunjuk petugas di jalan dan informasi dari radio.
Di kereta api
Jangan panic, amankan diri kamu. Pegangan yang kuat pada tiang – tiang yang terdapat di dalam kereta api da segera kelaur pada waktu kereta berhenti.
Di gunung atau di laut
Hindari bahaya tanah longsor dan tsunami. Di daerah pantai dapat terjadi bahaya tsunami.
Tindakan pasca gempabumi;
Pertolongan pertama
Segera beri pertolongan pertama pada orang yang terluka di dekat kamu.
Evakuasi
Berjalan kaki ke tempat penampungan. Bawalah barang sedikit mungkin, makanan dan obat – obatan.
Ikuti petunjuk
Jangan mengikuti kabar burung, ikuti petunjuk di radio atau dari institusi penanggulangan bencana.
Buat kamu yang tertimpa bencana gempabumi semoga Allah memberikan kesabaran yang berlebih untuk tetap bisa bersabar menghadapi bencana. Dan buat kamu yang masih Allah berikan karunia untuk tidak tertimpa bencana, mari membantu meringankan beban saudara kita dengan apa yang bisa kita lakukan, bisa dengan berdo’a, membuat acara amal untuk korban bencana, ngumpulin baju dan buku layak pakai atau sesuatu yang bisa kamu persembahkan. Ok.
Sumber bacaan: gempabumi dan tsunami. 2005. DESDM
Universitas Indonesia

MMI, Skala Intensitas Gempabumi.

August 22nd, 2008 by ahmad.yunus


Telah terjadi gempabumi dengan intensitas gempa VII skala MMI. Pasti pernah dengar kalimat diataskan. Tapi, apa sih MMI itu?
MMI merupakan singkatan dari Modified Mercalli Intensity. Yaitu, skala intensitas gempabumi yang diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902, yang didasarkan pada kumpulan pengamatan orang – orang yang pernah mengalami kejadian gempabumi dan tingkat kerusakan sarana dan prasarana yang diakibatkan oleh kejadian gempabumi. Intensitas gempabumi di suatu daerah adalah cerminan tingkat dampak kejadian gempabumi di daerah tersebut. Skala ini dinyatakan dalam angka romawi I hingga XII (MMI I hingga XII).
Universitas Indonesia

Untuk Indonesiaku

August 22nd, 2008 by ahmad.yunus

Jika harapan itu matahari di langit jiwa
Dan tiada yang diperlukan saat nadir selain harapan
Maka, aku ingin berharap untuk indonesiaku

Ke depan, di negeri tak putus rangkaian bencana ini
Aku ingin lahirnya pemimpin sejati
Yang mau mengabdi setulus hati
Yang cinta rakyat dan negeri ini
Bukan orang – orang pemimpin gadungan

Ke depan,  di negeri kaya nan elok permai ini
Aku harap lahirnya berjuta cendikia
Yang terkembang ilmu pengetahuannya
Yang dapat mengolah dengan amanah anugerah Tuhan atas bumi pertiwi
Bukan kreator pemikiran yang menipu dan membohongi kami

Kemajuan adalah keniscayaan
Dan harapan yang jadi jembatannya
Maka, itulah harapanku untuk Indonesiaku
Campus UI, 082008

Universitas Indonesia

« Previous Entries