An Assignment
tugas? kok di blog? waduh,, g ngerti deh. disuruhnya gitu..
yah, ini adalah artikel hasil wawancara kelompok gw dengan pak sukamto, seorang satpam di linkungan fasilkom,,, here’s our report from Tim Berners-Lee group
———————————————————————
Pak Kamto, begitu beliau biasa dipanggil. Siang itu kami sempatkan untuk mewawancarai beliau di tengah tugasnya. Meskipun saat itu sudah mendekati libur lebaran, di mana pikiran kebnyakan orang sudah ada di kampung halaman masing-masing. Pak Sukamto tetap loyal stand by di pintu gedung C fasilkom. Di tengah kesibukannya tersebut, beliau dengan ramah menerima kunjungan para mahasiswa yang bikin ribut dan bergerombol menghalangi jalan pintu masuk..
Tanpa bingung memilih topik. Kami memilih “keamanan” dalam pembicaraan kami dengan pak kamto. hal yang tentunya sudah digeluti pak kamto bertahun-tahun. Sebenarnya, sampai 2 tahun yang lalu, pak kamto ini kerjanya di kampus salemba sana. Tapi ia dipindah ke fasilkom sini karena tadinya kekurangan personil pengamanan. Beliau sendiri mengerti kalau ternyata depok lebih rawan dari pada salemba. Selain jumlah mahasiswa yang lebih besar ada di depok, akses keluar masuk yang relatif bebas, dan luasnya wilayah depok, menjadikan pengamanan daerah ini lebih sulit ketimbang di salemba sana.
kasus keamanan yang paling sering terjadi adalah kehilangan, sebut beliau. Terutama laptop dan flashdisk yang tertinggal di lab. Laptop saja dalam satu tahun belakangan ini sudah hilang 5 di fasilkom. Ironisnya, fasilkom masih tergolong aman dibanding fakultas lain yang sampai kehilangan kendaraan. “Di fasilkom hal itu tidak pernah terjadi.” Kehilangan properti fakultas juga jarang terjadi di sini. Hanya ada satu kasus yang menurut saya pribadi “aneh”, beliau menceritakan pernah ada seorang perempuan datang ke fasilkom pagi hari tanpa membawa apapun dan kembali dari lantai atas membawa galon air. Entah buat apa, tentu saja para petugas keamanan menegurnya dan di proses lebih lanjut. Sejak saat itu, Alhamdulillah tak pernah ada lagi kasus serupa.
Namun persoalan keamanan bukanlah hal yang mudah untuk ditangani. Sebelum Pak kamto mulai bekerja di Depok, pernah ada mahasiswi fasilkom yang dibunuh, diduga, itu pelaku sebelumnya berniat merampok barang yang dibawanya. Karena itu, ia memperingatkan kita semua untuk terus waspada dan membawa teman bila kita pulang di malam hari.
Beliau juga mengungkapkan tentang peraturan ‘tidak boleh membawa orang dari fakultas lain ke lab fasilkom’. “Peraturan itu dibuat karena memang fasilitas di sini adalah untuk mahasiswa fasilkom,” ungkapnya, “selain itu kita juga tidak tahu apa yang akan diperbuat orang itu di sini.” Para satpam fasilkom memegang buku berisikan foto” mahsiswa fasilkom untuk mengkonfirmasi apakah ia mahasiswa fasilkom atau bukan. “Kami mungkin tidak kenal nama kalian satu-persatu, tapi kami kenal wajah kalian.” tutur beliau, “kalau misalkan ada yang bapak tidak kenal biasanya bapak tanyakan, ‘kamu fasilkom, bukan?’, bila dia jawab, ‘ya’. ya saya mohon maaf.”
Karena itulah kita juga harus bertegur sapa dengan para karyawan, tidak hanya dengan satpam, selain bentuk peduli kita pada linkungan tempat kita berada dan bentuk kekeluargaan, itu juga akan mempermudah mereka dalam manjalankan tugas mereka. “Saya lihat angkatan kalian sudah baik dalam bertegur sapa, lebih baik dari pada angkatan yang kemarin.” Terima Kasih pak. Saya harap angkatan saya bisa menjaga budaya ini untuk seterusnya.
Dan tibalah kita di penghujung wawancara. Pak Kamto berpesan pada kami untuk belajar yang rajin. Membanggakan orang tua dan berprastasi di fasilkom ini. “Kan kalian sudah dibayarkan uang kulian sama mereka. Kuliah di sini kan mahal.”
Terima Kasih, Pak Kamto. Tugas bapk benar-benar membantu kami dalam menjalani kuliah di sini. Peran bapak akan ada dalam perjalanan kami mengejar cita-cita.
———————————————————————
nah. sekian dulu posting hari ini. Gw mau ngerjain tugas dulu. gotta go!


