What We Want and What We Have

Wajar bila semua orang punya impian. Sejarah memperlihatkan kepada kita bahwa mimpi telah mengubah dunia, mencatat rekor, dan mengispirasi setiap orang. Tidak salah jika kita punya mimpi. Namun sering kali mimpi kerap menjadi obsesi yang berlebihan dan menutup mata kita dari hal-hal nyata disekitar kita. Salah satu lagu yg saya suka bilang bgini:

We spend our whole life searching for

All the things we think we want

And never really knowing what we have

“The Ataris - The Night When The Light Went Out at NYC”

Ya, menurut saya memang lagu itu ada benarnya. Saat kita terlalu sibuk mengurusi mimpi kita, sering kali kita melupakan hal yang penting bagi kita, apa yang kita punya dan menjadi tanggung jawab kita juga. Atau yang mungkin ironis, banyak orang yang bingung mencari kebahagiaan, padahal kebahagiaan tersebut ada di dekat mereka, mereka sudah memilikinya namun luput dari perhatian.

Seakan mau menjawab lagunya The Ataris, Sheila on 7 punya lagu yg liriknya bgini:

Kau tak kan pernah tahu apa yang kau miliki

hingga nanti, kau kehilangan

“Sheila On 7 - Percayakan Padaku”

Nah, cukup tragis memang. Bahwa apa yang kita punya kerap kali tidak kita syukuri dan dianggap sepele. Dan ketika nikmat itu dicabut kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali sadar bahwa kita telah kehilangan

Sekali lagi saya mau menegaskan, punya mimpi itu tidak salah. Setiap orang berhak punya impian dan mewujudkannya dengan cara yang benar. Saya hanya mau mengingatkan diri sendiri dan yang membaca ini, jangan lupakan apa yang menjadi tanggung jawab kita, anugerah yang diberikan Yang Maha Pemurah kepada kita, serta harta yang terpendam dalam diri kita semua, yaitu hati dan akal sehat.

Semoga kita bisa mengejar seluruh mimpi kita tanpa melupakan apa yang ada di sekitar kita dan di atas, amin.

Universitas Indonesia
Posted under My thoughts by a & i on Monday 9 February 2009 at 9:30 pm