I Guess I’m Lucky!
Kira-kira udah sebulan nggak nulis lagi. Yah, maklum lah. Semester 2 baru selesai, semester pendek langsung mulai. Malah udah UTS sekali, ckck. Yah, baguslah ada kegiatan, daripada nganggur di rumah. Ini harga yang harus gw bayar untuk mengurangi kesibukan di dua semester ke depan.
Setidaknya start semester pendeknya bagus, meskipun sempat kalang kabut pas nilai keluar karena ada tugas gw yang di nol-kan. Dan setelah melihat seluruh nilai gw, ternyata gw amat beruntung semester ini. Kebanyakan nilai gw berada di batas bawah! Dalam hati gw dah nggak berharap dapet nilai lebih bagus dari semester lalu berhubung pola belajar gw cukup acak-acakan semester ini.
I think I’ve found my place now. Melihat nilai yang gw dapet, gw akan berusaha mengejar apa yang gw cita-citakan di sini. Bukan maksud gw buat menyombongkan keberuntungan gw. Gw kira orang lain juga beruntung seperti gw, tapi nggak semuanya sama, sebagian di tempat yang berbeda. Lagi pula yang terpenting yang kita dapat adalah ilmunya.
Meskipun nilai yang membuat kita susah, sedih, atau senang. Bukankah ilmu yang kita cari dalam proses pembelajaran? Gw yakin suatu saat nanti ilmu yang kita dapat akan memberi manfaat lebih dari pada nilai yang hanya terpaku pada ukuran yang terbatas.
Hari ini, junior gw angkatan 17 di TN baru saja selesai passing out, semacam “ritual” perpisahan dengan seluruh civitas akademika SMA TN. Semua Pimpinan, Pamong (Guru), dan junior baris dari dari balirung sampai sepanjang boulevard. Lalu semua senior bersalaman satu-persatu sampai habis di ujung boulevard, tinggal naik mobil dan pergi (semua barang udah dalem mobil tentunya).
Gw masih inget satu tahun lalu gw yang salaman dengan mereka, hari itu pengumuman UMB. Gw udah sampe ujung barisan, berdiri, dan salaman sama temen gw yang lain. Sambil sesekali ngecek internet pake hp. Dan setelah gw tau gw dapet di fasilkom, gw langsung sujud syukur di boulevard. Sebenernya tindakan gw agak ’salah tempat’ juga, soalnya da beberapa temen gw yang belum dapet univ (mudah-mudahan mereka nggak liat waktu itu :P). Yah, meskipun gw agak kecewa karena nggak dapet STEI ITB, selama masih soal komputer, gw pikir gw akan enjoy. Lagipula UI juga bukan universitas yang jelek.
Dan sekarang Alhamdulillah gw udah nyaman di sini. I’d like to repeat it, “I’ve found my place.” Kalau gw liat temen gw yang di ITB mereka baru penjurusan, kemudian baru akan di ospek di jurusannya masing-masing. I keep telling myself, “How lucky I am.” To all my friends in ITB, I know it s*cks, but there’s no use cursing on it without doing anything.
Yah, kira-kira sekian posting ini. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Kalau anda semua merasa belum beruntung, tenang saja, Tuhan akan memberi balasan sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kalau meminjam kata-katanya wegig (teman saya), “God don’t always answer us with a yes, but always with the best.”

