Pencarian Talent Children of Dream

Pencarian Talent Children of Dream

Kami dari tim produksi film Children of Dream (http://tinyurl.com/yf5ngx5) sedang mencari talent untuk karakter sebagai berikut:

1. Tuyen

Usia 15-16 tahun. Berwajah babyface dan indocina. Diutamakan bisa berbahasa Mandarin dan Inggris. Berpenampilan good looking, dengan potongan tubuh yang cukup bersih dan ideal untuk potongan remaja. Referensi Karakter: Zac Efron (High School Musical, 17 Again) atau Kevin Zegers sebagai Toby dalam Transamerica.

2. Yoga

Mahasiswa UI. Usia 19-22 tahun. Berperawakan sangat menarik (perfect appearance). Berwajah tampan charming (media looking), berpostur atletis proporsional, tinggi. Referensi Karakter: Fedi Nuril (Ayat‐Ayat Cinta, Tentang Cinta, Garasi, Mengejar Matahari).

3. Yunus

Mahasiswa UI. Usia 18-22 tahun. Penampilan cukup menarik. Referensi Karakter: Raditya Dika as Himself dalam Kambing Jantan.

4. Sarah

Mahasiswi UI. Usia 19-22 tahun. Sosok yang mandiri. Karakter fisiknya cukup sempurna (perfect appearance/media looking), cantik, tinggi, dan mempesona luar dan dalam. Referensi Karakter: Marsha Timothy (Coklat Strawberry, Pintu Terlarang, Cinta Setaman, From Bandung With Love).

5. Rizka

Mahasiswi UI. Usia 20-22 tahun. Berperawakan tinggi, manis, terlihat enerjik, dengan rambut panjang dan penampilan yang cukup cuek untuk ukuran seorang wanita cantik. Referensi karakter: Fahrani (Radit & Jani, Kala).

Jika Anda atau teman Anda memenuhi kriteria di atas dan berminat untuk terlibat dalam produksi film Children of Dream sebagai talent, segera hubungi Ai (08561887260) atau Fynda (08567979325). Anda bisa juga langsung datang ke Fakultas Ilmu Komputer UI pada hari Rabu (27 Januari 2010) pukul 11.00 WIB. (yka)

source: kutawiaji.tumblr.com
Universitas Indonesia
Posted under other by a & i on Wednesday 27 January 2010 at 12:59 pm

Peringatan Seekor Tikus

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam

“hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak

“Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!”

Ia mendatangi ayam dan berteriak

“Ada perangkap tikus”

Sang Ayam berkata

“Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata

“Aku turut bersimpati… tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan”

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.

“Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata

“Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban. Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri tidak sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang isteri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya. Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.

Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan/masalah dan anda mengira itu bukan urusan anda, maka pikirkanlah sekali lagi.

source : http://www.iloveblue.com/bali_gaul_f…etail/2697.htm

reblogged from: indrabagoes

Universitas Indonesia
Posted under other by a & i on Thursday 8 October 2009 at 4:09 pm

“Facebook” UI?

Tadi pas gw cari bahan buat presentasi Basis Data I, gw ketemu orang yang mengelola webmail UI, pada awalnya kelompok gw mau bahas webmail. Tapi ditengah pembicaraan, narasumbernya (namanya Adin kalau nggak salah xP) ngasih tau kelompok gw tentang situs Online Social Networking UI.

Adin bilang ini cuma proyek iseng dia aja, tapi who knows kalau responnya bagus, ini bisa jadi situs yang dikelola secara resmi seperti halnya SIAK NG. Hmm, gw nggak tau sih apa ini kabar yang benar2 baru atau sudah ada yang dengar lebih dulu. Tapi sepertinya beritanya belum menyebar. Adin juga membuka kesempatan kalau kita mau ikut mengembangkan situs ini, sayangnya nggak di bayar, haha.

Image and video hosting by TinyPic

Yah, pada akhirnya kelompok gw berniat ngebahas sistem database buat situs ini, meskipun belum bisa dipakai sampai tulisan ini ditulis. kalau teman-teman mau lihat bisa kunjungin http://komunitas.ui.ac.id
tapi masih belum bisa login dan insya Allah akan siap pakai hari kamis depan. yah, kita lihat saja :-)

Universitas Indonesia
Posted under other by a & i on Tuesday 29 September 2009 at 8:32 pm

An Assignment

tugas? kok di blog? waduh,, g ngerti deh. disuruhnya gitu..
yah, ini adalah artikel hasil wawancara kelompok gw dengan pak sukamto, seorang satpam di linkungan fasilkom,,, here’s our report from Tim Berners-Lee group

———————————————————————

Pak Kamto, begitu beliau biasa dipanggil. Siang itu kami sempatkan untuk mewawancarai beliau di tengah tugasnya. Meskipun saat itu sudah mendekati libur lebaran, di mana pikiran kebnyakan orang sudah ada di kampung halaman masing-masing. Pak Sukamto tetap loyal stand by di pintu gedung C fasilkom. Di tengah kesibukannya tersebut, beliau dengan ramah menerima kunjungan para mahasiswa yang bikin ribut dan bergerombol menghalangi jalan pintu masuk..

Tanpa bingung memilih topik. Kami memilih “keamanan” dalam pembicaraan kami dengan pak kamto. hal yang tentunya sudah digeluti pak kamto bertahun-tahun. Sebenarnya, sampai 2 tahun yang lalu, pak kamto ini kerjanya di kampus salemba sana. Tapi ia dipindah ke fasilkom sini karena tadinya kekurangan personil pengamanan. Beliau sendiri mengerti kalau ternyata depok lebih rawan dari pada salemba. Selain jumlah mahasiswa yang lebih besar ada di depok, akses keluar masuk yang relatif bebas, dan luasnya wilayah depok, menjadikan pengamanan daerah ini lebih sulit ketimbang di salemba sana.

kasus keamanan yang paling sering terjadi adalah kehilangan, sebut beliau. Terutama laptop dan flashdisk yang tertinggal di lab. Laptop saja dalam satu tahun belakangan ini sudah hilang 5 di fasilkom. Ironisnya, fasilkom masih tergolong aman dibanding fakultas lain yang sampai kehilangan kendaraan. “Di fasilkom hal itu tidak pernah terjadi.” Kehilangan properti fakultas juga jarang terjadi di sini. Hanya ada satu kasus yang menurut saya pribadi “aneh”, beliau menceritakan pernah ada seorang perempuan datang ke fasilkom pagi hari tanpa membawa apapun dan kembali dari lantai atas membawa galon air. Entah buat apa, tentu saja para petugas keamanan menegurnya dan di proses lebih lanjut. Sejak saat itu, Alhamdulillah tak pernah ada lagi kasus serupa.

Namun persoalan keamanan bukanlah hal yang mudah untuk ditangani. Sebelum Pak kamto mulai bekerja di Depok, pernah ada mahasiswi fasilkom yang dibunuh, diduga, itu pelaku sebelumnya berniat merampok barang yang dibawanya. Karena itu, ia memperingatkan kita semua untuk terus waspada dan membawa teman bila kita pulang di malam hari.

Beliau juga mengungkapkan tentang peraturan ‘tidak boleh membawa orang dari fakultas lain ke lab fasilkom’. “Peraturan itu dibuat karena memang fasilitas di sini adalah untuk mahasiswa fasilkom,” ungkapnya, “selain itu kita juga tidak tahu apa yang akan diperbuat orang itu di sini.” Para satpam fasilkom memegang buku berisikan foto” mahsiswa fasilkom untuk mengkonfirmasi apakah ia mahasiswa fasilkom atau bukan. “Kami mungkin tidak kenal nama kalian satu-persatu, tapi kami kenal wajah kalian.” tutur beliau, “kalau misalkan ada yang bapak tidak kenal biasanya bapak tanyakan, ‘kamu fasilkom, bukan?’, bila dia jawab, ‘ya’. ya saya mohon maaf.”

Karena itulah kita juga harus bertegur sapa dengan para karyawan, tidak hanya dengan satpam, selain bentuk peduli kita pada linkungan tempat kita berada dan bentuk kekeluargaan, itu juga akan mempermudah mereka dalam manjalankan tugas mereka. “Saya lihat angkatan kalian sudah baik dalam bertegur sapa, lebih baik dari pada angkatan yang kemarin.” Terima Kasih pak. Saya harap angkatan saya bisa menjaga budaya ini untuk seterusnya.

Dan tibalah kita di penghujung wawancara. Pak Kamto berpesan pada kami untuk belajar yang rajin. Membanggakan orang tua dan berprastasi di fasilkom ini. “Kan kalian sudah dibayarkan uang kulian sama mereka. Kuliah di sini kan mahal.”

Wawancara

Terima Kasih, Pak Kamto. Tugas bapk benar-benar membantu kami dalam menjalani kuliah di sini. Peran bapak akan ada dalam perjalanan kami mengejar cita-cita.

———————————————————————

nah. sekian dulu posting hari ini. Gw mau ngerjain tugas dulu. gotta go!

Universitas Indonesia
Posted under other by a & i on Saturday 4 October 2008 at 9:48 am